Euro Trip – Berlin, Germany

4 Oktober, jam 9 pagi, kami bergegas dari penginapan menuju terminal bus yang terletak tepat disamping stasiun kereta pusat (Haupbahnhof). Dari Frankfurt, kami pergi menuju ke Berlin. Kebetulan pagi itu udara cukup dingin, kira-kira kurang dari 10 degC disertai dengan angin dan hujan rintik-rintik. Sekitar 15 menit kami menunggu bus datang.

IMG_9598.JPG

Frankfurt – Berlin berjarak sekitar 600 meter dan bisa ditempuh dengan bus selama sekitar 6-7 jam. Frankfurt – Berlin terhubung langsung dengan jalan toll. Perjalanan ini terasa seperti perjalanan dengan travel dari Bandung – Jakarta. Di kanan kiri jalan, pemandangan begitu indah, banyak bukit-bukit, lahan pertanian, peternakan, dan beberapa tempat merupakan daerah industri. Selain itu, dikanan kiri jalan banyak dibangun pembangkit listrik tenaga angin yang jumlahnya puluhan hingga ratusan. Perjalanan 6 jam yang cukup mengesankan.

IMG_9634.JPG

Sesampai di Berlin, hari sudah mulai senja, kami bergegas ke penginapan dengan menggunakan kereta bawah tanah (U-bahn) dan subway (S-bahn). Di penginapan kami bertemu seorang kawan dari Canada, bernama Kitty. Dia bilang “everything is soooo big here”. Dengan excited nya dia bercerita pengalamannya selama di Berlin. Kami pun tidak kalah excited untuk segera meng-explore Berlin.

Setelah beristirahat sebentar kami memutuskan untuk pergi ke pusat kota, yaitu ke benteng Brandenburg (Brandenburger Tor) dan Reichstag (parliamentary building). Kebetulan pada malam itu sedang ada konser musik di benteng Brandenburg. Sambil makan malam, yaitu dengan makanan yang populer di Jerman “currywurst”, kami menikmati suguhan alunan musik.

IMG_9581.JPG

Benteng Brandenberg merupakan simbol reunifikasi Jerman Barat dan Jerman Timur yang digambarkan dengan patung kuda dibagian atas benteng (sebagai lambang kemenangan). Benteng ini merupakan salah satu ikon kota yang paling terkenal dimana menjadi tempat/latar kanselir Jerman dan juga presiden Barack Obama dalam memberikan pidato kenegaraan. Disekitar Benteng berdiri megah beberapa embassy, seperti embassy Amerika Serikat, Inggris, dll. Juga terdapat sebuah hotel Adlon yang mempunyai sejarah panjang sebagai tempat menginap Michael Jackson, presiden Barack Obama, dll ketika berkunjung ke Jerman.

IMG_9681.JPG

Pada malam itu, kami belum bisa masuk Reichtag karena untuk bisa masuk ke dalam gedung harus membuat appointment/reservation terlebih dahulu. Akhirnya karna hari sudah semakin larut kami bergegas ke penginapan dan menikmati malam disebuah tempat “nongkrong”, terletak beberapa blok dari penginapan.

Hari berikutnya, 5 Oktober 2015, kami mengikuti city walking tour. Pada tour kali ini kami mengexplore kota Berlin sambil memahami sejarah panjang perang dunia 2.

Dibandingkan Frankfurt, Berlin is less vibrant. Hal ini terlihat salah satunya dari cara jalan orang-orangnya, yang terlihat lebih santai. Kalau Frankfurt dikenal sebagai kota pusat bisnis dan perdagangan, maka Berlin merupakan kota pusat pemerintahan dimana kanselir Jerman berkantor dan parlemen berada.

Benar saja apa yang disampaikan oleh kawan dari Kanada sewaktu di penginapan kemarin, semua yang di Berlin dibangun dengan begitu megah dan besar. Jalanan di Berlin semua begitu lebar-lebar, gedung-gedung dibangun begitu megah dan besar. Sungguh mengagumkan! Berlin memiliki alat transportasi publik yang begitu nyaman dan modern. Namun kalau belum terbiasa, akan sedikit membingungkan ketika melakukan pergantian jalur kereta bawah tanahnya, agak rumit, tidak segampang seperti halnya MRT di Singapore.

Berikut beberapa tempat yang kami kunjungi selama seharian melakukan walking tour dengan dipandu oleh guide lokal.

IMG_9587.JPG

Holocaust Memorial Park, sebuah simbol pembantaian Yahudi secara massal oleh Nazi (Hitler). Taman pemakaman ini berukuran seluas lapangan sepak bola dan terdiri dari sekitar 2711 blok/konkret yang menonjol ke permukaan tanah dengan ketinggian yang berbeda-beda (tidak ada satupun dimensi konkret ini yang sama). Di design oleh arsitek asal Amerika Serikat bernama Peter Eisenman.

IMG_9670.JPG

IMG_9618.JPG

IMG_9585.JPG

Hitler’s bunker, merupakan tempat persembunyian Hitler pada saat perang dunia kedua. Untuk melakukan komikasi dengan dunia luar, Hitler menggunakan jaringan telegram.

Checkpoint Charlie, pada saat Berlin terbagi menjadi 2 wilayah, yaitu Berlin timur dan berlin Barat, setiap penduduk Berlin Barat yang akan berkunjung ke Berlin Timur (dan sebaliknya), diperlakukan seperti halnya sebagai international visitor (seperti beda negara). Checkpoint merupakan entry point untuk memasuki wilayah Berlin Barat/Timur, seperti halnya bagian imigrasi kalau seperti sekarang. Kalau tidak salah, ada sekitar 8 check point yang ada di Berlin, dan checkpoint charlie ini merupakan yang paling terkenal.

IMG_9673.JPG

IMG_9761.JPG

Berliner dom, merupakan gereja kathedral yang megah. Dibangun dengan menggunakan gaya renaissaince Itali dan merupakan tempat yang digunakan untuk ibadah, museum, dan konser.

IMG_9676-0.JPG

Museum Island, merupakan salah satu museum terbesar dan terlengkap di Jerman. Dengan koleksi lebih dari 6000 tahun, dari daratan Eropa dan dunia.

IMG_9768-0.JPG

IMG_9669.JPG

IMG_9716.JPG

IMG_9646.JPG

Tembok Berlin (Berliner Mauer), membagi Berlin menjadi Berlin Barat dan Berlin Timur, pada tahun 1961 – 1989. Tembok ini dibangun sepanjang 155 km, dengan lebar yang tidak selalu sama (ada bagian yang lebarnya 200m, ada yang lebih dan ada yang kurang). Tembok ini dibagi menjadi 2 sisi, yaitu sisi luar (outer wall) dan sisi dalam (inner wall). Ditengah-tengah tembok (antara inner wall dan outer wall), dibangun watch tower, trap/jebakan dari paku, dll yang berfungsi supaya tidak ada orang yang melintas dari Berlin Timur ke Berlin Barat. Tercatat ada sebanyak 136 orang meninggal selama periode tersebut karena mencoba melompat melewati tembok.

IMG_9684.JPG

IMG_9787.JPGl

IMG_9732.JPG</a

IMG_9765.JPG

Hari itu, kami tutup dengan mencicipi makanan khas Jerman (local taste) disebuah restoran bernama Marcus Bräu. Restaurant ini terletak di daerah alexanderplazt yang merupakan shopping centre di Berlin. Makan malam tersebut sedikit berbeda karna ada seorang kawan dari Argentina yang join, dan curhat mengenai kehidupan percintaannya yang sampai membawa dia ke Berlin 😀

Esok harinya, tanggal 6 Okt 2015, akhirnya kami berhasil membuat appointment untuk masuk kedalam gedung parlemen Jerman (Reichtag) pada pukul 9:45. Gedung parlemen ini pernah dibakar, di bomb, dibangun kembali, dan dipisahkan oleh tembok Berlin. Reichtag terdiri dari dua bagian bangunan utama, bangunan tua yang didesain pada tahun 1894 dan bagian kedua merupakan kubah kaca (glassy dome) yang berada di puncak gedung. Kami berkesempatan untuk naik kedalam kubah kaca tersebut. Didalam kubah tersebut, disediakan audio guide yang menjelaskan sejarah dari pembuatan kubah kaca dan parlemen Jerman. Dari dalam kubah, kami juga bisa melihat view kota Berlin dari atas.

IMG_9738.JPG

IMG_9747.JPG

IMG_9653.JPG

IMG_9718-0.JPG

Hari itu, sebenarnya kami masih berencana untuk mengunjungi beberala museum, namun karna ada masalah mengenai reservasi tiket kereta yang akan membawa kami ke Prague, maka kami memutuskan untuk kembali ke penginapan dan mencari tiket bus.

Akhirnya Reichtag menjadi singgahan terakhir kami di Berlin, sebelum kami akhirnya bertolak ke Prague dengan menggunakan bus pada pukul 16:00. Berlin sungguh sangat mengesankan, kota yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah kental, terutama sejarah perang dingin dan perang dunia kedua.

-end-

Posted in Travelling | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Euro Trip – Frankfurt, Germany

Kurang dari dua bulan, kami mempersiapkan perjalanan ini, termasuk pembuatan schengen visa. Bahkan tiket pesawat baru dipesan kira-kira sebulan sebelumnya. Akhirnya, setelah kurang lebih 16 jam perjalanan, pesawat etihad EY 007 membawa kami mendarat di Frankfurt pada pukul 14:00 (3 Oktober 2015).

Frankfurt merupakan kota kosmopolitan dimana pusat perdangan, bisnis, dan perbankan berkantor, termasuk European central bank dan stock exchange terbesar di Eropa berada disini. Frankfurt juga merupakan hub penerbangan di Eropa. Banyak ditemui gedung-gedung pencakar langit disini. Karena sebagai pusat bisnis, harga-harga barang dan jasa di Frankfurt termasuk yang paling mahal di Jerman.

IMG_2013.JPGIMG_2019.JPG

Kami menginap di Frankfurt hostel di Kaisertrasse, terletak tepat di depan Frankfurt Hauptbanhhof (stasiun kereta pusat). Karena lokasinya yang strategis, semua attractions bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Semua objek wisata terletak di city centre yang bisa ditempuh melalui Kaisertrase menuju kearah Keiserplatz.

IMG_2025.JPG

IMG_2017.JPG

Sore hari kami sempat mengunjungi beberapa tempat dengan berjalan kaki, mulai dari Keisertrasse sampai ke Keiserplatz. Keiserplatz merupakan taman kota. Dari Keiserplatz sampai dengan Romerberg merupakan kota tua atau yan disebut dengan Frankfurt’s Altstadt / old town.

IMG_2018.JPG

Romerberg seperti halnya alun-alun kalau di Indonesia (Frankfurt’s old central square). Dibangun pada abad ke 14 dan ke 15 dan dikonstruksi ulang setelah perang duni ke-2. Inilah yang membuat Romerberg unik dan indah.

IMG_2014.JPG

Setelah dari Romerberg, kami menuju Frankfurter dom atau yang lebih dikenal dengan Frankfurt cathedra. Bangunan ini merupakan sebuah gereja kathedral terbesar dan terletak di pusat kota Frankfurt. Bangunannya sangat indah dan didominasi oleh desain arsitektur abad ke-15. Di sini, kami harus membeli tiket masuk untuk bisa menuju puncak menara gereja yang paling atas. Dari atas, terlihat keindahan kota Frankfurt am Main beserta aliran sungai Main yang membelah kota ini.

IMG_2020-0.JPG

IMG_2021.JPG

IMG_2015.JPG

IMG_2022.JPG

Setelah hari gelap, kami menuju tempat makan yang cukup terkenal dan ramai di Frankfurt, yaitu Fickhte Kranji. Salah satu yang terkenal disini adalah “sari buah apel” nya. Tempatnya memang cukup cozy dan ramai pengunjung mengingat waktu itu juga malam minggu.

IMG_2023.JPG

Setelah makan malam, kami menyusuri sungai Main untuk menuju Main tower, yang merupakan tower/gedung tertinggi di Frankfurt. Pada saat menyusuri sungai Main, kami berpapasan dengan ribuan orang yang berjalan menuju sungai Main kemudian mereka berkumpul dan duduk-duduk di sekitar tepi sungai. Awalnya kami berpikir mungkin karna hari sabtu malam sehingga orang-orang pada berkumpul di tepi sungai Main sambil chilling menikmati suasana sungai.

IMG_2024-0.JPG

Kami baru sadar setelah sampai diatas Main tower bahwa pada malam itu sedang ada event di sungai Main. Masyarakat Frankfurt sedang merayakan bersatunya kembali Jerman Barat dan Jerman Timur. Jadi pada malam itu dipasang big screen di jembatan sungai Main untuk pemutaran film nazy dan diakhiri dengan pertunjukan tata lampu dan kembang api yang sangat megah dan mengagumkan. Kami menikmati itu semua dari atas Main tower. Tentu saja dari atas Main tower, kami juga bisa melihat keindahan kota Frankfurt pada saat malam hari.

Pagi harinya, 4 Oktober 2015, kami harus bergegas menuju Berlin. Kami menggunakan bus (Meinfernbus) untuk menempuh perjalanan menuju Berlin yang berjarak sekitar 600 km dari Frankfurt dan ditempuh selama 6 – 7 jam. Kami harus merogoh kocek sebesar 39 euro. Pada perjalanan ini, kami bertemu dengan 3 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh kuliah di Jerman sehingga kami bisa banyak ngobrol tentang pengalaman mereka selama di Jerman.

IMG_2016.JPG

Itulah Frankfut yang kami nikmati selama kurang dari 24 jam. Kota yang cukup vibrant, yang menyajikan perpaduan antara bangunan-bangunan tua klasik dari abad ke-15 yang berpadu dengan gedung-gedung tinggi pencakar langit yang modern.

-end-

Posted in Travelling | Tagged , , , , , , , , , | 1 Comment

Why Following Your Passion Is the Worst Kind of Career Advice

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Raja Ampat – The Last Paradise On Earth!

Q: “Kerja dimana?”
A: “Di papua”
Q: “Oooo… Udah pernah ke Raja Ampat donk?”
A: “Zzzzzt…..”

Itulah kira-kira sepenggal percakapan yang sering terjadi ketika ketemu temen maupun kerabat dekat. Maklum, nature pekerjaan sebagai engineer di oil & gas company seperti sekarang ini memberi konsekuensi dan kesempatan penempatan di field dan kebetulan field-nya ada di Papua. Selama lebih dari dua tahun terakhir ini aku bolak-balik ke Papua dengan jadwal 3 minggu di field (ON) dan 3 minggu libur (OFF). Nah, berawal dari seringnya terlibat dalam percakapan seperti itu, akhirnya bersama dengan kedua temen kantor yang kebetulan jadwal OFF-nya bareng, kami membulatkan tekad pergi ke Raja Ampat. Penasaran kayak gimana sebenarnya Raja Ampat itu. Paling enggak ntar kalo ada yang nanya lagi “kerja di Papua udah pernah ke Raja Ampat belum?”, dengan PD bisa dijawab “udah donk”. Hehee…

Bagi sebagian besar orang, nama Raja Ampat sudah tidak asing lagi di telinga. Raja Ampat sebagai destinasi bahari di Indonesia mulai terkenal di kalangan para wisatawan sejak beberapa tahun terakhir. Tak hanya turis mancanegara, turis lokal pun sudah mulai banyak yang datang kesini. Dan nampaknya sebagai orang Indonesia (apalagi yang suka travelling) belum afdol kalo belum ke Raja Ampat :D.

Nah, setelah membulatkan tekad, akhirnya kira-kira 2 bulan sebelum keberangkatan, kami mulai sibuk bikin arrangement. Kami ngobrol-ngobrol dan nanya-nanya ke beberapa temen yang kebetulan baru liburan dari sana. Kami juga nanya ke temen kantor (orang Papua) yang kebetulan punya kenalan orang Raja Ampat. Kami mulai browsing-browsing, baca blog orang, nyari info-info di internet, dll. Dari situ, satu kata yang kami rasakan: “bingung!”. Semakin banyak info yang kami dapatkan, bukannya semakin “clear” tapi malah bikin tambah bingung. Info yang didapatkan juga sepotong-sepotong, tidak ada info yang utuh yang bisa dijadikan sebagai patokan yang pas.

Jangan bayangkan Raja Ampat seperti hal-nya tempat wisata lain di Indonesia yang sudah cukup “established”. Jangan samakan Raja Ampat seperti Bali yang semua serba sudah tersedia. Tanpa di planning pun kamu bisa langsung datang ke Bali. Nyari penginapan gampang, mau kemana-mana juga gampang, tinggal pesen taksi atau nyewa kendaraan. Ini Raja Ampat, yang semuanya totally different! Oleh karena itu, tips pertama sebelum ke Raja Ampat adalah “do a little research”. Ini sangat penting terutama buat bikin planning dan budgeting (arrangement). Nah, berikut ini beberapa informasi yang penting untuk diketahui sebelum kamu merencanakan perjalanan ke Raja Ampat.

  1. Geographic

Raja Ampat merupakan nama salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat yang ber-ibukota di Waisai. Secara geografis, wilayah Raja Ampat merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari 600-an pulau kecil dan 4 pulau besar, yaitu P. Waigeo, P. Batanta, P. Salawati, dan P. Misool. Ibukota Waisai terletak di Pulau Waigeo. Jadi, ketika kita bicara mengenai destinasi wisata di Raja Ampat, maka kita akan meng-explore spot-spot yang terletak di semua kepulauan itu. Oleh karena itu, spot-spot tersebut hanya bisa dicapai dengan menggunakan speedboat.

IMG_1903peta-island-rajaampat 1 peta-island-rajaampat

Raja Ampat terletak di jantung segitiga coral dunia dan oleh karena itu saat ini Raja Ampat memiliki keanekaragaman species laut yang paling kaya didunia. Raja Ampat memiliki lebih dari 540 species coral yang merupakan 75% dari total species yang ada di dunia, lebih dari 1000 species ikan karang, 700 species molusca, dll. Oleh karena itu, tepat rasanya jika Raja Ampat disebut sebagai surga-nya para pencinta alam bawah laut.

  1. Best time to visit

Biasanya kalau kita mau liburan ke pantai, kita selalu nyari waktu pada saat musim kemarau, yaitu saat cuaca sedang cerah-cerahnya. Berbeda halnya dengan Raja Ampat, hujan bisa turun sepanjang tahun. Kita tidak bisa memastikan kapan satu hari pun yang nggak akan turun hujan. Oleh karena itu, best time to visit Raja Ampat bukan didasarkan pada kapan musim kemaraunya, melainkan pada kondisi angin-nya. Bulan Juni, Juli, dan Agustus, merupakan bulan dengan kondisi angin paling tidak bersahabat sehingga sangat mengganggu untuk melakukan aktivitas laut alias susah kemana-mana (apalagi jika menggunakan perahu kecil / speed boat). Atas dasar ini, maka waktu terbaik untuk mengunjungi Raja Ampat adalah  Oktober – April. Kami sendiri kesana pada minggu pertama di bulan December 2014.

  1. How to get there

Dari manapun kamu berasal, yang pertama harus kamu lakukan adalah bagaimana bisa nyampe ke kota Sorong. Ada banyak flight menuju ke kota sorong, baik yang direct dari Jakarta maupun yang transit melalui Makasar / Ambon / Surabaya / Denpasar. Silakan dicek sendiri yaa… 🙂

Sebelum tahu gimana caranya kesana, akan lebih baik jika kita tahu lebih dulu pembagian wilayah di Raja Ampat. Secara umum, daerah wisata di Raja Ampat dibagi menjadi 2 wilayah, yaitu wilayah utara (north Raja Ampat meliputi P. Waigeo, Batanta, dan Salawati) dan wilayah selatan (south Raja Ampat – P. Misool). Dalam hal ini, wilayah utara lebih mudah untuk dijangkau dibandingkan dengan wilayah selatan karena ibukota Raja Ampat terletak di wilayah utara (P. Waigeo). Jadi wilayah utara ini lebih ramai. Kayaknya dari segi keindahan bawah laut kalau menurut cerita sebenarnya masing-masing punya keunikan sendiri alias sama-sama bagus. Tapi kalau kamu pengen liat wayag atau pianemo (icon-nya Raja Ampat), maka wilayah utara-lah tempatnya. Oleh karena itu, tentukan tujuan kamu dari awal, mau ke wilayah utara atau wilayah selatan. Kalo sudah ada tujuan, akan lebih gampang saat bikin arrangement berikutnya (kapal, akomodasi, dll).

2

Jika kamu tidak punya cukup waktu, dengan limited budget, dan mengunjungi kedua wilayah tersebut bukan sebuah pilihan, maka disarankan untuk mengunjungi wilayah utara saja. Nah, keterangan berikut ini adalah bagaimana caranya untuk menjangkau wilayah utara dari kota Sorong.

Alur perjalanannya kira-kira secara umum seperti ini: Sorong –> Waisai (ibukota Raja Ampat) –> penginapan.

Pertama dari Sorong ke Waisai (ibukota Raja Ampat), ada 3 cara yang bisa ditempuh, sebagai berikut:

1. Kapal Laut

Ini adalah cara yang paling umum dilakukan oleh kebanyakan orang. Harga tiket kapal Sorong – Waisai (atau sebaliknya) untuk kelas ekonomi sebesar 130ribu dan untuk kelas VIP 225ribu. Dua-duanya ber-AC, hanya saja kelas ekonomi lebih crowded dibandingin dengan kelas VIP. Untuk jadwal kapalnya sendiri setiap hari jam 14.00 WIT, khusus untuk hari Senin, Rabu, dan Jumat, selain jam 14.00 WIT juga ada yang jam 09.00 WIT. Sedangkan dari Waisai – Sorong, jadwal setiap hari jam 14.00 WIT kecuali hari Sabtu jam 11.00 WIT.

Jadwal dan harga tiket kapal laut

No. Hari Sorong – Waisai Waisai – Sorong Harga
1. Senin 14.00 & 09.00 14.00 IDR 130k (EKO)

IDR 225k (VIP)

2. Selasa 14.00 14.00
3. Rabu 14.00 & 09.00 14.00
4. Kamis 14.00 14.00
5. Jumat 14.00 & 09.00 14.00
6. Sabtu 14.00 11.00
7. Minggu 14.00 14.00

NB: Untuk yang ke wilayah selatan (Misool), jadwal kapal ini tidak setiap hari dan lebih jarang-jarang. Kebetulan tidak ada info yang bisa di share disini 😀

IMG_8552

Oleh karena itu, penting untuk dicatat adalah jadwal kedatangan pesawat kamu, apakah bisa match dengan jadwal keberangkatan kapal tersebut, paling enggak alokasikan waktu minimal 3 jam untuk menuju ke pelabuhan dan membeli tiket (meskipun dari bandara ke pelabuhan cuman butuh waktu 45 menit saja). Jika kamu punya waktu kurang dari 3 jam, stay satu malam di Sorong bisa menjadi pilihan. Ada beberapa pilihan hotel yang dekat dengan bandara jika mau transit semalem di Sorong. Kami sendiri flight-nya baru tiba di Sorong sekitar pukul 13.40 sehingga tidak memungkinkan untuk langsung ke Waisai. Kami memutuskan untuk stay satu malam di Sorong. Kami menginap di hotel Guardian dengan rate sekitar 500rb per malem, karna nambah satu extra-bed jadi 700rb. Dibandingin hotel yang lain, tempat ini relative lebih murah meskipun menurutku masih relative mahal dengan fasilitas yang diberikan. Kamar di hotel ini lumayan sempit, listrik lumayan mati-mati (karena dari PLN-nya dan bisa jadi akan terjadi di semua hotel di Sorong) – tapi di back-up dengan genset, wifi lumayan ga terlalu kenceng (ga terlalu perlu juga), kamar relative cukup bersih (ini yang penting). Lokasinya cukup strategis yaitu terletak tepat diseberang bandara (ada free transfer ke airport). Karna sudah cukup PW dan males nyari yang lain, sepulang dari Raja Ampat kami menginap semalem lagi di hotel ini karena flight kami baru besok-nya. Perlu dicatet, living cost di Sorong termasuk cukup mahal bahkan lebih mahal dibandingin di Jakarta, jadi wajar aja kalo apa-apa mahal (termasuk KFC pun lebih mahal jika dibandingin di Jawa).

Di Sorong, pada malam hari kamu bisa menikmati aneka macam seafood di pinggir jalan. Di sepanjang jalan di daerah Tembok Berlin (atau orang sana biasa nyebut daerah Tembok saja), berjajar pedagang kaki lima yang menjajakan aneka jenis seafood. Konon katanya harga seafood disini murah-murah (inget ya, murahnya Sorong masih lumayan juga di kocek :D). Harga 1 ekor ikan berkisar antara 50rb – 80rb (tergantung ukuran dan jenis ikannya). Dari sekian banyak kios-kios yang berjualan disini, yang paling terkenal dan paling enak katanya adalah kios “Malioboro”. Emang rasanya pas di lidah, lidahnya orang Jawa, karna kebetulan yang jualan orang Jawa juga :D. Sambil menikmati seafood, kamu juga bisa menikmati suasana deru ombak malam hari di tepi pantai di sepanjang tembok Berlin ini.

IMG_781710678850_10204723923434444_5919352316644182709_n IMG_9841IMG_9840IMG_9838

2. Pesawat

Nah, ini bisa jadi alternative menuju Waisai (ibukota Raja Ampat). Di Waisai terdapat bandara untuk penerbangan perintis. Ada satu flight dari Sorong menuju Waisai dengan operator Susi Air. Sayangnya flight dari Sorong – Waisai ini tidak setiap hari, hanya ada satu flight setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat dengan waktu keberangkatan jam 8.30 WIT. Penerbangan dari Sorong – Waisai bisa ditempuh selama 30 menit saja. Penerbangan ini merupakan penerbangan subsidi dari pemerintah Indonesia dengan harga tiket yang terjangkau (kalau tidak salah sekitar 300 ribuan). Tiket tidak bisa dipesan secara online dan hanya bisa dipesan di bandara Sorong. Untuk info lebih detail bisa hubungi Susi Air Sorong +628114806709 & +628114806710 atau  info@susiair.com.

Jadi jika jadwal kedatangan kamu match dengan jadwal penerbangan Susi Air, kamu bisa mempertimbangkan moda transportasi ini untuk ke Waisai. Denger-denger, kedepan pemerintah kabupaten Raja Ampat akan membuka bandara ini untuk lebih banyak lagi flight yang bisa langsung menuju ke Waisai.

3. Private charter

Nah, kalau yang ini kamu bisa charter boat sendiri dari Sorong menuju ke Waisai atau langsung menuju ke penginapan. Kamu bisa menghubungi agen-agen perjalanan yang ada di Sorong (bisa di cari internet). Namun, karena namanya juga private, maka harganya pun juga akan mahal banget. Mungkin ini cocok jika kamu datangnya rombongan, meskipun jatuhnya juga akan lebih mahal jika dibandingin dengan kapal laut.

Nah, dari 3 opsi diatas, kemarin aku pilih opsi yang nomer satu. Awalnya pengen naik Susi Air, tapi jadwalnya ternyata ga match. Yaudah, akhirnya naik yang kapal laut aja yang murah meriah.

Setelah sampe di pelabuhan Waisai (kalau naik kapal laut), perjalanan berikutnya adalah gimana caranya menuju ke penginapan. Nah, ini tergantung kamu penginapannya dimana. Kalau kamu nyari penginapan di Waisai, maka dari Pelabuhan bisa naik ojek atau sewa mobil menuju penginapan. Ada banyak tukang ojek yang sudah menunggu di pelabuhan ketika kamu turun dari kapal. Namun, kalau kamu menginap di luar kota Waisai, maka kamu harus menyewa speedboat untuk menuju kesana. Coba dicek dan dipastikan dengan tempat penginapannya, apakah ada fasilitas jemputan baik itu harus bayar sendiri maupun sudah include di harga penginapannya.

  1. Accommodation

Ada 3 jenis akomodasi yang bisa dipilih:

1. Homestay

Homestay ini dimiliki dan dikelola oleh masyarakat lokal dengan mengedepankan kearifan lokal. Jika kamu ingin berbaur dan merasakan hidup bersama serta berinteraksi dengan masyarakat setempat, maka homestay adalah pilihannya. Fasilitas di homestay ini tentunya serba minimalis yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar (basic life support) seperti kamar tidur, kamar mandi biasanya diluar  (sharing), makan 3x sehari biasanya sudah include, tidak ada AC. Homestay ini tersebar di pulau-pulau yang ada di wilayah Raja Ampat yang langsung dibangun di tepi pantai sehingga pemandangannya bagus. Rata-rata harga homestay ini perorang permalam (sudah termasuk makan 3x sehari) sekitar 250rb – 400rb.

Pada awalnya, kami sempat mencoba menghubungi salah satu homestay atas rekomendasi/kenalan temen kantor. Namun kami mengalami kendala komunikasi. Komunikasi hanya bisa dilakukan melalui sms (telepon bisa tapi kadang sinyal-nya suka ilang-ilang). Response sms-nya pun suka agak lama. Pas kami nanya harga sewa speedboat dan diving, semua dijawab “gampang nanti bisa diurus sama  temen saya”. Karena berbagai ketidakjelasan ini (ngambang) dan kesulitan dalam berkomunikasi, akhirnya kami memutuskan untuk tidak memakai homestay tersebut.

2. Hotel

Hotel banyak tersebar khususnya di ibukota Raja Ampat (Waisai). Karena namanya juga hotel, secara fasilitas layaknya seperti hotel yang dikelola secara lebih professional. Untuk hotel, kamu bisa searching melalui agoda maupun mesin pencari lain.

3. Resort

Ada cukup banyak resort tersebar di pulau-pulau di Raja Ampat. Resort memiliki fasilitas yang sama seperti hotel berbintang. Lokasi resort ini biasanya mendiami suatu wilayah khusus yang mereka kelola dan kembangkan seperti sebuah resort. Biasanya resort ini dilengkapi dengan dive center. Dulu, hanya ada sedikit resort di Raja Ampat dan mayoritas dikelola oleh asing, tapi sekarang resort sudah mulai banyak yang dikelola oleh investor lokal dan sebagian lagi dimiliki/dikelola oleh Dinas Pariwisata Kab Raja Ampat.

Selain ketiga jenis akomodasi tersebut, sebetulnya ada satu lagi yang bisa dipertimbangkan yaitu live onboard, yaitu menginap berhari-hari diatas kapal secara beramai-ramai. Live onboard cocok bagi turis yang datang secara rombongan dengan jumlah lebih dari 15-an orang sehingga bisa nyewa satu kapal besar. Pilihan ini cukup praktis mengingat kamu bisa menginap dan bepergian kemana-mana dengan menggunakan kapal yang sama. Jadi nggak perlu mikirin nyewa speedboat lagi.

Akhirnya, karena kami hanya bertiga, kami memutuskan untuk tinggal di resort saja. Alasan kenapa tinggal di resort karena kami ingin mencoba diving. Kebetulan kami masih pemula sehingga faktor safety sangat kami perhatikan dan umumnya dive centre yang ada di resort sudah certified (terjamin). Selain itu yang tidak kalah penting, kami berharap dengan tinggal di resort bisa dapat teman baru yang bisa diajak buat sharing boat, jadi bisa lebih murah kaan.

Kami tinggal di Waigeo Villa dengan rate 2juta per malam untuk 3 orang. Waigeo Villa sangat bagus fasilitasnya seperti hotel. Ini sungguh diluar ekspektasi kami sebelumnya. Tempatnya bersih karena baru dibangun. Makanannya juga enak. Fasilitas di Villa ini kamar ber-AC, air panas, handuk dan peralatan mandi disediain, kamar dibersihin tiap hari, listrik 24jam, dan sudah include makan 3x sehari. Lokasi Waigeo Villa terletak di Pulau Waigeo yang bisa dijangkau dari Waisai baik melalui jalan darat (mobil) sejauh 20 – 30 menit maupun jalur laut (speed boat) sejauh 10 – 15 menit. Lokasinya bisa dibilang cukup dekat dan strategis karena masih bisa dijangkau melalui jalan darat dan tidak jauh dari bandara Waisai (jika kamu naik pesawat ke Waisai, penginapan ini patut untuk dipertimbangkan). Sinyalnya juga masih kenceng (3G), jadi bisa update status pas udah nyampe di penginapan…. Wkwkwk… Recommended lah pokoknya!

Waigeo Villa bisa di kontak melalui nomer berikut:

Ade Setiabudi, +628124839667, 7418C651

Johana Nikijuluw +6281247553799

Waigeoresort.rajaampat@gmail.com

IMG_8528IMG_7956

  1. Transportation

Mengingat Raja Ampat wilayahnya berbentuk kepulauan dan objek wisatanya tersebar di sepanjang kepulauan itu, maka transportasi utama disana adalah menggunakan speedboat. Kamu harus memesan speedboat jika mau mengunjungi destinasi-destinasi wisata di sana. Oleh karena itu semakin banyak jumlah orang di rombongan kamu, maka akan semakin murah biayanya karena satu speedboat bisa ditanggung rame-rame. Nampaknya, ongkos transportasi ini mempunyai kontribusi yang cukup besar dari total pengeluaran selama di Raja Ampat. Jumlah 7 – 10 orang dalam satu rombongan nampaknya cukup ideal untuk memesan satu speedboat.

Dari hasil diskusi dengan pemilik speedboat, berikut kira-kira estimasi biaya per speedboat per hari:

  • Jarak jauh (ke wayag) 17juta
  • Jarak sedang (ke daerah pianemo) 7juta
  • Jarak dekat (kabui dan sekitarnya) 4juta

Penting untuk menyewa speedboat jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Di Waisai hanya ada satu pom bensin sehingga jika speedboat sudah disewa dari jauh-jauh hari sebelumnya mereka bisa men-secure bahan bakar. Sering terjadi kelangkaan BBM di Raja Ampat yang bikin harga BBM melambung tak kira-kira. Inilah yang membuat harga sewa speedboat disana jadi lumayan mahal.

IMG_8541

  1. Communication

Raja Ampat merupakan wilayah yang cukup remote dan akan sangat challenging untuk melakukan arrangement penginapan dan transportasi. Jika memesan penginapan di Waisai dan sekitarnya yang masih berada di pulau Waigeo, mungkin masalah komunikasi ini tidak akan terlalu menjadi kendala. Namun, jika memesan homestay / resort di daerah yang agak jauh, mungkin kamu harus cukup sabar karna cara komunikasi terbaik hanya bisa dilakukan melalui sms. Jangan expect response-nya akan cepat apalagi kalau sms ke pemilik homestay karena bisa jadi mereka tidak setiap saat pegang hp.

  1. Budgeting

Kata orang eksekusi yang baik tidak terlepas dari planning yang baik pula. Dan planning yang baik dapat meminimalkan terjadinya kondisi-kondisi yang tidak diinginkan. Setelah mengetahui gambaran umum diatas, mudah-mudahan bisa memberikan info yang cukup untuk melakukan budgeting. Ini penting sebagai pertimbangan dalam memilih tempat menginap, memilih jenis transportasi yang mau dipake untuk Sorong – Waisai (dan sebaliknya), dll.

Menurut kami, liburan ke Raja Ampat memang liburan mahal jika dibandingin dengan destinasi lain di Indonesia (atau bahkan jika dibandingin dengan liburan ke negara-negara ASEAN sekalipun). Apa-apa serba mahal. Jadi dengan bikin planning dan budgeting yang baik, setidaknya kamu sudah punya gambaran berapa kira-kira dana yang harus disediakan. Untuk perjalanan kali ini saya menghabiskan sekitar 8,2juta mulai dari Sorong sampe ke Sorong lagi (all in). Ini diluar tiket pesawat, akomodasi selama di Sorong, dan makan selama di Sorong.

  1. Conserve the Nature

Satu hal yang bagus dari Raja Ampat adalah program konservasi-nya. Sebelum Raja Ampat ini dibuka untuk tujuan wisata dan terbuka untuk umum, pemerintah bersama NGO-NGO sudah masuk terlebih dahulu untuk melakukan program-program konservasi. Dengan demikian upaya-upaya pencegahan dan campaign ini sudah dilakukan terlebih dahulu.

Masyarakat-masyarakat setempat juga sudah diarahkan untuk mulai beralih mata pencaharian dari sektor perikanan ke sektor pariwisata. Daerah-daerah tangkapan ikan juga sudah mulai dibatasi. Mereka dibina untuk mendirikan dan mengelola homestay dan diarahkan untuk menjadi tenaga-tenaga terampil yang bisa terlibat langsung di sektor pariwisata sebagai sumber penghasilan.

Sebagai pengunjung, kami juga diberikan arahan untuk tidak boleh menginjak dan memegang terumbu karang pada saat snorkeling sebagai upaya untuk ikut serta menjaga kelestarian biota hayati. Ketika kita menemukan sampah di laut, kita diajak untuk memungut sampah tersebut dan memasukkannya ke dalam speedboat untuk dibawa ke darat.

Pemerintah kabupaten Raja ampat mewajibkan setiap orang yang masuk ke wilayah Raja Ampat untuk membeli entry permit ticket (berbentuk PIN) seharga IDR 500,000 (turis Indonesia) dan IDR 1,000,000 (turis asing). PIN berlaku untuk satu tahun. Jadi nanti kalo kamu datang lagi kesana pada tahun yang sama, maka kamu tidak perlu lagi beli tiket masuk. Tiket masuk ini bisa dibeli di tourism information centre di Waisai atau di pelabuhan Waisai. Dana yang diperoleh akan digunakan oleh pemerintah daerah untuk membiayai program – program konservasi di sana. So, jangan lupa beli PIN-nya yaaa sebagai bagian untuk mendukung pemerintah dalam menjalankan program – program konservasi di Raja Ampat.

4

=========================================================

Dari berbagai informasi yang kami dapat dari internet tersebut, akhirnya kami mencoba untuk membuat planning dan melakukan arrangement sendiri. Setelah mencoba mengontak homestay dan tidak sesuai dengan harapan, kami akhirnya mengontak Waiwo dive resort yang lumayan terkenal kalo diliat dari internet. Alhasil, resort ini pun sudah full book ketika kami hubungi. Ditengah kebingungan mencari penginapan, destinasi wisata yang belum pasti (ke wayag atau ke pianemo), bingung arrange speedboat, dll, akhirnya sampailah kami pada sebuah website http://www.stayrajaampat.com/ dan menemukan list local tour guide.

Setelah diskusi bertiga, kami akhirnya sepakat untuk ngontak local tour guide. Dari sederet list yang ada di website tersebut, kami pilih aja guide-nya yang cewek yang kebetulan hanya ada satu di list tersebut :D. Nama tour guide-nya Mbak Ranny. Setelah kami menghubungi Mbak Ranny, akhirnya kami memperoleh pencerahan. Dia bersedia meng-arrange segala sesuatunya mulai dari pick-up di airport sorong sampai kembali ke Sorong lagi. Penginapan, pembelian tiket kapal, nyewa speedboat, dan itinerary semua di arrange sama mbak Ranny – pokoknya kami tinggal datang aja. Kami memilih untuk tinggal di resort karna harga paketnya tidak beda jauh jika dibandingin dengan di homestay. Untuk perjalanan 4D3N harga paketnya 8,2juta per orang sudah include semuanya (termasuk untuk guide-nya dan PIN Raja Ampat) kecuali kalau mau diving. Nanti kalau di resort, kita ketemu rombongan lain dan mau sharing boat, maka uang kelebihannya akan dikembaliin.

Berikut itinerary perjalanan kami selama 4D3N:

Day-1: Sorong – Waisai – Resort

Day-2: Pianemo (panoramic view), Arborek (snorkeling), Sawinggrai (fish feeding),

Day-3: Pasir timbul (panoramic view), Yenbuba (snorkeling), friwen-friwen wall (snorkeling), Batu Liman (snorkeling)

Day-4: Diving, Resort – Waisai – Sorong

Day-1

Hari pertama lebih banyak di perjalanan. Kami dijemput oleh tour guide kami (Mbak Ranny) dari hotel Guardian di Sorong. Kemudian kami ke swalayan untuk belanja segala kebutuhan selama di Raja Ampat (snack, air mineral, dll) sebelum akhirnya menuju ke pelabuhan Sorong. Pelabuhan di Sorong ini cukup crowded. Sesampainya di pelabuhan, Mbak Ranny langsung minta bantuan jasa porter buat bawain barang-barang kami. Mbak Ranny-nya sendiri ke tempat pembelian tiket (agak antri sedikit). Dari kejauhan kami mencoba mengabadikan moment pertama sebelum menyeberang ke Waisai (alias selfie dulu :D).

IMG_7849

Berikut gambaran tempat pembelian karcis kapal penyeberangannya. Tempatnya memang agak-agak kurang proper (kayak pasar aja). Kalau baru pertama kalinya kesini pasti akan sedikit bingung nyari loket pembelian tiketnya dan harus berani buat nanya-nanya orang sana.

IMG_7845

Perjalanan dari Sorong menuju Waisai ditempuh selama kurang lebih 2 jam. Kami membeli tiket kelas ekonomi seharga 130rb. Kelas ekomoni ini meskipun sedikit crowded, namun cukup nyaman karena ruangannya ber-AC.

Sesampai-nya di Waisai, kami sudah dijemput oleh boat yang sudah dipesan oleh Mbak Ranny untuk mengantarkan kami ke pengingapan di Waigeo Villa. Barang-barang kami dibawakan oleh bapak crew boat-nya. Enak dah kita tinggal photo-photo aja :D. Perjalanan dari pelabuhan Waisai menuju ke penginapan ditempuh sekitar 10 – 15 menit.

IMG_7862IMAG0268

Sesampai di penginapan, kami langsung bergegas ke kamar untuk menata barang-barang bawaan dan sekaligus ngecek kondisi kamar dan lingkungan sekitar penginapan. Daaan taraaaaa…. Kamarnya bagus banget, jauh dari ekspektasi kami. Awalnya, kami enggak expect banyak mengingat segalanya serba remote. Tapi ini fasilitasnya udah kayak hotel bintang 3 aja. Ada AC, kamar mandi dalam, air panas, handuk dan peralatan mandi udah komplit. Kamarnya bersih dan rapi. Sinyal 3G-nya kenceng. We couldn’t ask anything more…. Ternyata lokasi Waigeo villa ini bersebelahan sama Waiwo dive resort, resort yang waktu itu kita mau pesen tapi ternyata udah fully booked.

IMG_7886Kamar hotel

Sore harinya, karna cuaca sangat cerah, kami bergegas ke dermaga yang ada di resort tersebut. Kami menikmati indahnya sunset dari dermaga dengan view laut dan pulau-pulau di ujung jauh.

IMG_7949SunsetIMG_7947IMG_7907

Day-2

Hari kedua ini adalah hari yang kami nanti-nantikan. Tujuan pertama hari ini adalah ke Pianemo. Pianemo ini mirip seperti wayag yang menjadi icon dari Raja Ampat, tapi pianemo ini sedikit lebih kecil jika dibandingin dengan wayag. Awalnya kami pengen banget mau ke wayag, tapi wayag ini lokasi-nya cukup jauh, perjalanannya bisa nyampe 8 – 10 jam PP (jadi seharian hanya bisa ke wayag aja). Harga boat-nya sendiri juga mahal kalo ke wayag, yaitu sekitar 17 juta. Karena kami cuman bertiga, kata mbak Ranny ga worthy kalo kesana. Mending ke Pianemo saja. Akhirnya kami memutuskan ke Pianemo saja…

Sayang beribu sayang, diluar dugaan, sesuatu yang tidak dikehendaki pun datang. Hujan nampaknya sudah turun dari semalem, sampe pagi ga reda-reda. Awalnya kami mau berangkat jam 8 pagi, akhirnya kita coba tunda sebentar sampe ujannya reda. Jam 8.30 akhirnya kami berangkat dengan sedikit gerimis. Di sepanjang jalan, Mbak Ranny banyak cerita ngasih wawasan kepada kami mulai dari sejarah Raja Ampat, nama-nama tempat yang kita lalui, pertemuan arus laut, jenis-jenis flora-fauna di sepanjang jalan, dll.

IMG_8190IMAG0339

Pianemo ini bisa ditempuh selama 2 jam perjalanan  dengan menggunakan speedboat (lumayan juga). Walaupun tujuan kami adalah Pianemo, namun kami berhenti di beberapa tempat yang cukup menarik untuk dikunjungi, seperti Gua kelelawar, pulau gam, mushroom stone, kampung buton, pef (tapak tangan). Nah, kalo ke wayag kita ga bisa berhenti2 kayak gini karna waktunya akan habis dijalan dan baliknya kemaleman, kecuali kalo bermalam disana. Dan kebetulan pada hari itu, kalo mau ke wayag cuacanya juga nggak memungkinkan.

IMG_8050IMG_8011IMG_7999IMAG0368 IMG_7978IMG_7995

Semakin siang, hujannya bukannya tambah reda malah semakin deras. Kami sempat harus menghentikan perjalanan karena hujan yang semakin deras disertai angin kencang dan ombak yang cukup tinggi (demi factor keselamatan). Sambil menepi di sebuah pulau kecil entah apa namanya, akhirnya kita buka bekel yang dibawa dari resort buat mengganjal perut. Apalagi kalo bukan “Pop mie!”. Bisa dibayangin gimana rasanya makan pop mie pas lagi ujan, udara dingin, angin kenceng, di atas boat? Yummy! Deskripsinya agak dibikin lebay, biar keliatan tetep fun… Wkwkwk…

IMG_8036IMG_8035

Setelah reda dan masih sedikit gerimis, akhirnya kami melanjutkan lagi perjalanan menuju ke Pianemo. Kondisi ombak masih lumayan bikin mabok sebenarnya, tapi masih cukup aman untuk melanjutkan perjalanan. Kalo kamu suka sensasi baru, kamu bisa berdiri diujung speedboat dan ngrasain gimana rasanya diombang-ambingin sama ombak. Berasa kayak lagi jet-sky, tapi di dalam boat :D. Yang ini juga buat menghibur diri, biar keliatan tetep fun! 😀

IMG_8223IMG_8207

Akhirnya, perjalanan yang cukup challenging tersebut berakhir juga di Pianemo. Ada 2 spot yang kami kunjungi. Spot pertama, kami mengunjungi bukit Danau Bintang. Dari atas bukit tersebut kita bisa melihat view laut yang berbentuk seperti Bintang, makanya disebut Danau Bintang. Disini kami sempat melihat-lihat suasana homestay dan berbincanf dengan masyarakat setempat. Kami ditawari untuk mencicipi coconut crab. Ini kayaknya crab yang paling enak yang pernah aku coba. Rasanya gurih, dagingnya harum, pokoknya enak banget dan bikin nagih.

IMG_808810440699_10204723910434119_5387836379052471333_n IMAG0416IMAG0396   10513268_10204723535624749_8318461448393509344_nIMAG0431IMG_8072IMG_8070

Spot kedua, kami mengunjungi bukit Pianemo. Untuk menuju ke atas bukit, ada ratusan tangga yang harus dilalui. Oleh karena itu, pastiin kondisi fisik kamu tetep bugar disepanjang perjalanan. Once sudah nyampe diatas bukit, mata kamu akan terbelalak dengan keindahan hamparan gugusan pulau yang berkumpul menjadi satu. Diantara gugusan pulau itu diisi oleh air laut yang sangat jernih dengan gradasi warna yang menambah keindahan pemandangan menjadi semakin menakjubkan. Luaar biasaaaa….!

Setelah puas ngambil foto dengan berbagai gaya dan angle 😀 (meskipun kualitas gambar tidak sebagus yg diharapkan karna kami hanya pake kamera HP plus cuaca yang kurang mendukung), akhirnya kami melanjutkan perjalanan. Ditengah jalan, kami menikmati makan siang di boat yang sudah di bekel dari resort. Ombak dan angin selama perjalanan pulang ini juga lumayan challenging.

1601133_10204723537504796_7167442919428067140_n1939851_10204723537304791_4777698928162713861_n 10422119_10152907579411591_3238417967229329051_n10394131_10204723536784778_1732906401909268645_nFullSizeRender13IMG_8102

Tujuan berikutnya adalah Arborek. Sesampai di Arborek, cuaca cukup bersahabat. Ini tempat snorkeling pertama kami. Terus terang ekspektasi kami cukup tinggi untuk snorkeling di Raja Ampat ini. Sayangnya untuk spot ini, kami tidak mengambil gambar. Tapi tempatnya cukup OK dan memuaskan. Setelah hari mulai petang kira-kira jam 4, kami memutuskan untuk menyudahi snorkeling-nya karna masi ada satu spot lagi yang akan dikunjungi. Tidak lupa, kami menghampiri dan sedikit bercengkerama dengan masyarakat setempat dan anak-anak kecil di kampung Arborek. Dari awal kami sudah menyiapkan snack buat dibagiin kepada mereka.

Arborek

Selesai dari Arborek, selanjutnya kami mengunjungi Sawinggrai. Disini, kita bisa duduk disamping rumah penduduk lokal sambil ngasi makan ikan. Kita beli makanan ikan yang dibuat oleh masyarakat setempat. Makanan ikan itu begitu kita taruh ditangan dan tangan kita celupin ke dalam air, gerombolan ikan kecil dan besar berduyun-duyun menghampiri tangan kita. Kamu juga bisa letakkan makanan itu di ujung kaki dan mencelupkan ujung kaki kedalam air. Rasanya kayak lagi spa dengan ikan seperti yang ada di mall-mall di Jakarta :D.

Fish feedingIMAG0613IMG_8200

Selepas dari kampung Sawinggrai, suasana sudah cukup gelap. Kami langsung bergegas menuju ke resort. Seharian kehujanan dan basah-basahan membuat kami ingin segera mandi dengan air panas yang disediain di resort. Malam harinya, kami hanya menghabiskan waktu untuk makan malam di resort dan istirahat di kamar.

Day-3

Hari ketiga merupakan harinya snorkeling. Dari 4 spot yang akan kami kunjungi, ketiganya merupakan spot snorkeling. Tidak seperti hari sebelumnya, hari ini cuaca cukup friendly. Tujuan pertama kami adalah Pasir Timbul. Disebut Pasir Timbul karena area ini hanya muncul pada saat air laut sedang surut. Kebetulan pada saat berangkat air laut sedang surut, maka kami memutuskan ke Pasir Timbul terlebih dahulu. Pasir Timbul merupakan spot yang bagus buat ngambil photo dengan view cakrawala laut dengan pasir putih yang bersih.

1471107_10204723446902531_3177714253360056609_n 1509903_10204723452782678_6757578532230791991_n 1549418_10204723448062560_2417300096070723935_n 10431510_10204723450782628_3369512430989185496_n 10672398_10204723456622774_1325791688137502531_n10805682_10204723449102586_4397836792068814294_nIMG_8328IMG_8286IMG_8279IMG_8264IMG_8253

Setelah puas mengambil gambar di Pasir Timbul, kami bergerak menuju tempat snorkeling. Tempat snorkeling pertama yang kami kunjungi adalah Yenbuba. Menakjubkan! Menurut kami, Yenbuba merupakan spot snorkeling terbaik sampai dengan saat ini. Pada saat snorkeling, kami didampingi oleh Mbak Ranny dan Kak Max (si manusia laut). Mereka memandu snorkeling kami dan menjelaskan nama-nama biota laut yang kami liat selama snorkeling. Ada hiu kecil, kuda laut, penyu, dan berbagai jenis ikan berwarna-warni yang sudah tidak ingat lagi nama-namanya. Beberapa kali kita diajak nyelem (free dive) untuk melihat lebih deket biota-biota yang ada di dasar laut. Pokoknya keren banget ini!

65956_10204723405861505_6977393202759961241_n 1531547_10204723406101511_5281232916747104334_n 1622661_10204723400781378_7758641125739614030_n 10351655_10204728394626221_5118156671078897720_n  10428668_10204740618451809_8595573982177026705_n 10440789_10204723399661350_883047926078003035_n 10488397_10204723403101436_6477330005704793959_n 10639640_10204723407541547_2629803580761360121_n 10678726_10204723402821429_7317934992261653256_n 10734122_10204723406541522_3717132274007803739_n1660234_10204740617891795_3285576902358694902_n ?????????????????????????????????????????????????????????????? ???????????????????????????????

Puas snorkeling di Yenbuba, kami menuju ke Friwen-friwen wall untuk makan siang dan snorkeling lagi. Spot ini juga bagus tapi beda karakter. Disini snorkelingnya dibalik dinding karang sehingga agak gelap dan air lautnya lebih dalam. Jenis ikan dan terumbu karang-nya pun juga berbeda jika dibandingin dengan Yenbuba. Jadi tempat ini punya karakter tersendiri dan bagus untuk menambah wawasan dunia bawah laut.

IMG_8393???????????????????????????????

Spot yang terakhir adalah Batu Liman (Five Rock). Tempat ini juga unik dan punya karakter sendiri. Kita snorkeling dibawah dan di sela-sela karang. Ikannya memang tidak sebanyak di Yenbuba (Yenbuba is still my best snorkeling experience). Tapi di sini kita snorkeling sambil menelusuri lorong-lorong gua dibawah karang dan dibawah permukaan air laut. Jadi, napas kamu harus kuat dan juga harus siap mental.

10432128_10204723437622299_9155339773972812018_n ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? 10636337_10204723400061360_3540858664427258023_n  1509642_10204723439982358_1774560696240739128_n ???????????????????????????????

Akhirnya, berakhirlah acara snorkeling hari ini. Kami sampai di resort sekitar jam 4.30 (masih lumayan siang). Malam harinya kami diajak main ke kota Waisai. Dari awal datang, kami belum pernah menginjakkan kaki ke kota Waisai (ibukota Raja Ampat). Kami hanya singgah sebentar di pelabuhannya dan langsung naik boat menuju ke resort.

Di Waisai, kami diajak untuk menikmati hidangan seafood yang cukup terkenal. Ternyata Mbak Ranny ini orangnya cukup gaul. Selama makan malam, dia mencoba menghubungi teman-temannya di kota Waisai untuk diajak makan malam bersama dan dikenalin ke kita-kita. Ada Kakak Yuning, seniman asli Raja Ampat yang bikin lukisan berbahan dasar pasir. Ada juga Ibu Joemenik, seorang aktivis sosial dan dosen Unipa. Bu Joemenik ini aktif dalam program-program pemberdayaan masyarakat. Dan yang terakhir adalah Doug Meikle, seorang berkebangsaan Australia.

1656146_10204723907074035_3206051056927932446_n

Ada cerita menarik dari perbincangan kami dengan Doug Meikle. Doug ini, 4 tahun yang lalu datang ke Raja Ampat bersama istrinya. Pada saat itu hanya ada satu homestay yang dia ketahui dari internet tetapi sudah full. Tinggal di resort bukan menjadi pilihan dia karna mahal. Setelah muter-muter kesana-kemari akhirnya dia berhasil mendapatkan homestay.

Berawal dari situ, Doug bersama istri membuat website www.stayrajaampat.com yg berisi segala informasi mengenai raja ampat. Dia juga mendata dan mengumpulkan informasi seluruh homestay yang ada di Raja Ampat dan mempublikasikannya di website tsb. Kami adalah salah satu orang yg sangat terbantu dengan adanya website tersebut. Keren!

1922286_10204723907514046_7199886506873211843_n

Sambil ngobrol panjang lebar, tak terasa ikan-ikan yang disajikan dipiring sudah selesai kami lahap. Waktu semakin larut dan kami-pun kembali ke resort untuk istirahat.

Day-4

Yup, akhirnya tibalah di hari yang kami benci, hari terakhir perjalanan kami di Raja Ampat. Namun, hari ini merupakan hari yang special karena kami untuk pertama kalinya akan melakukan diving. Pasti akan seru! Spot diving kami di Gurara dive resort. Selama kurang lebih 30 menit kami di briefing mengenai tata cara diving, perkenalan peralatan diving, teknik-teknik diving, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan selama diving (safety factor). Tarif untuk sekali diving disini sebesar 600ribu untuk pemula.

IMG_8503 IMG_847610362621_10204740608331556_6555382134459067640_n 10392418_10204740608091550_6542340599829845796_n 10411233_10204740607571537_2940560403781890265_n 10628269_10204727911334139_8024897335769599218_n

Setelah selesai diving, kami kembali ke resort untuk siap-siap kembali ke Sorong. Dari resort menuju ke pelabuhan, kami menggunakan jalur darat yang ditempuh sekitar 30 menit dengan mobil. Tidak lupa kami mampir ke tugu selamat datang di kota Waisai.

IMG_8535IMG_8530

Dan inilah moment yang paling sedih, kami harus berpisah dengan Mbak Ranny di pelabuhan Waisai karena dia ada tamu lagi, jadi nggak ikut balik ke Sorong. She has been very helpful for us. She is friendly, knowledgeable, dan asyik banget orangnya. Tanpa diminta, dia selalu mencarikan spot terbaik buat ngambil photo (tentunya dia juga yang batuin ngambilin photo :D). Pokoknya she is one of the best tour guide I ever met dan sangat-sangat recommended! Bagi kamu yang nggak mau pusing dan bingung2 buat arrange ini itu selama di Raja Ampat, Mbak Ranny-lah jawabannya!

Just contact her at +6281354054198 (HP) or 2B11DDB7C (bbm). Let her know kalo kamu dapat kontaknya dari Wakid, sapa tau ntar dapat gratisan ke sana lagi :D…

IMG_8560IMG_8539

Fyuuh… Finally we come to an end of this memorable trip! Enggak tahu lagi kata-kata apa yang bisa menggambarkan keindahan Raja Ampat. So guys, what are you waiting for? Go get your own visit to Raja Ampat, the last paradise on earth!

-end-

Posted in Travelling | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 18 Comments

Transformasi Garuda Indonesia

Jika kita sering bepergian dengan menggunakan maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, pasti kita bisa merasakan perubahan pelayanan yang diberikan oleh maskapai tersebut. Pelayanan yang sangat mengesankan yang kita rasakan saat ini adalah buah dari program transformasi yang dijalankan oleh Garuda sejak tahun 2006. Program transformasi tersebut dijalankan pada saat Garuda dinahkodai oleh Emirsyah Satar.

Tulisan ini saya tulis setelah membaca buku karangan Prof. Rhenald Kasali yang berjudul “From one dollar company to billions dollar company”. Sebuah buku yang menceritakan perjalanan panjang yang terjadi di tubuh Garuda. Oleh karena itu, isi dari tulisan ini adalah rangkuman (sinopsis) dari buku tersebut.

Buku ini sangat bagus untuk dibaca terutama bagi yang ingin menambah wawasan mengenai dunia managemen dan strategi bisnis yang sangat mengena karena didasarkan pada kasus riil.

IMG_1863.JPG

Kondisi Garuda pada saat sebelum adanya program transformasi kira-kira bisa digambarkan sebagai berikut.

Majalah the Wall Street Journal pada edisi Maret 2005 menyebutkan Garuda sebagai maskapai paling lemah di Asia karena pelayanan yang buruk dan lilitan utang. Kemudian pada daftar maskapai penerbangan Asia di Hongkong, nama Garuda tidak lagi tercantum disana. Garuda seakan-akan sudah hilang dari radar penerbangan Asia.

Secara kinerja keuangan, perusahaan ini ibarat orang seperti orang sakit yang sudah sekarat. Utang Garuda pada saat itu mencapai USD 845 juta dengan posisi cash flow negative. Kerugian Garuda mencapai IDR 811,31 miliar (tahun 2004) dan IDR 688,5 miliar (tahun 2005). Padahal pada tahun-tahun tersebut kondisi perekonomian Indonesia sedang bagus-bagusnya.

Bahkan jauh sebelum itu, pada tahun 1998 utang Garuda telah mencapai USD 1,81 miliar. Utang tersebut terbagi menjadi dua, USD 779,3 juta (on balance sheet) dan USD 1,03 miliar (off balance sheet, untuk leasing pesawat). Sedangkan kas perusahaan hanya ada USD 20 juta dengan biaya operasional setiap bulan sebesar USD 60 juta. Garuda mengalami krisis likuiditas. Menteri BUMN ketika itu menyebut nilai buku Garuda tidak sampai USD 1 dollar.

Dari sisi operasional, tingkat load factor garuda terbilang rendah yang hanya mencapai 60%. Kinerja On Time Performance (OTP) Garuda sekitar 70%, masih jauh dibawah standard penerbangan, yaitu sebesar 85%. Banyak juga indikasi adanya penggelapan-penggelapan yang dilakukan oleh beberapa lini, seperti yang dilakukan oleh petugas kargo, angkutan haji, pembukuan, penjualan, sampai dengan pengadaan. Hal ini juga disebabkan oleh buruknya sistem yang ada.

Kesulitan dalam pemesanan tiket karena tiket sudah habis sering dialami oleh para calon penumpang. Padahal kenyataannya masih banyak kursi kosong didalam pesawat. Tidak jarang pesawat delay karena harus menunggu pejabat, VIP, maupun orang-orang yang memiliki hubungan khusus dengan pejabat/pegawai Garuda yang datang telat ke bandara. Kondisinya seolah-oleh sama seperti ketika kita mau naik bus di terminal.

Pada tahun 2007, komisi penerbangan Eropa memberikan larangan terbang bagi seluruh maskapai penerbangan Indonesia, tak terkecuali Garuda. Hal ini dilatarbelakangi oleh serentetan kecelakaan pesawat seperti yang dialami adam air, batavia air, mandala air, dan tak terkecuali Garuda sendiri. Faktor safety menjadi alasan utama larangan oleh komisi penerbangan eropa tersebut.

Good corporate governance juga belum dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan ini seperti perusahaan pribadi yang bisa digunakan untuk meng-entertain pihak-pihak luar. Ada yang minta tiket, diberikan. Ada yang minta data penumpang, diberikan. Pemberian hak monopoli kepada Garuda ternyata malah membuat maskapai ini menjadi semakin tenggelam.

Dari paparan tersebut, ada 3 bagian utama yang menjadi permasalahan di tubuh Garuda, yaitu organisasi/managemen, operasional, dan finance.

IMG_1866-0.JPG

Lantas, program transformasi seperti apa yang dilakukan oleh Emirsyah Satar? Program tersebut dalam pelaksanaanya dibagi menjadi 3 bagian seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.

IMG_1864.JPG

SURVIVAL (2006 – 2007)

Tahap ini dijalankan melalui 2 cara, yaitu konsolidasi (2006) dan rehabilitasi (2007). Inti dari dua tahun tersebut adalah penyelamatan Garuda supaya tetap bertahan hidup ditengah meningkatnya persaingan, memburuknya kondisi makro di Indonesia dan situasi keamanan nasional.

Adapun langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut:

1) Konsolidasi (2006)
– Efisiensi biaya dan meningkatkan penerimaan. Hal ini dicapai melalui penutupan sejumlah rute yang merugi dan mengembalikan 10 pesawat boeing 737. Impactnya produktifitas per pesawat meningkat, seat load factor meningkat, walaupun penerimaan sedikit menurun namun beban operasional perusahaan juga lebih menurun secara drastis sehingga angka kerugian bisa dipangkas sebesar 70%. Oleh karena itu secara operasional menjadi lebih efisien.
– Menata ulang rute-rute penerbangan. Pada tahun 2005, 20 dari 25 rute yang dilalui Garuda selalu merugi (80%). Kemudian setelah dilakukan penataan ulang, yaitu dengan menutup beberapa rute dan mengurangi frekuensi rute-rute yang merugi serta pembukaan rute-rute baru, alhasil 90% rute yang dilalui menjadi menguntungkan.
– Mengurangi cashflow yang negative.
– Suntikan dana dari pemerintah

2) Rehabilitasi (2007)
– Melanjutkan program restrukturisasi utang. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, yaitu menjual beberapa aset yang tidak terkait dengan core bisnis Garuda untuk melunasi utang, negosiasi dengan kreditor untuk dilakukan penangguhan sementara, serta mengkonversi utang menjadi penyertaan modal (saham).
– Peningkatan produk dan layanan.
– Efisiensi biaya dan peningkatan penerimaan
– Positive cash flow dan memperkuat basis permodalan
– Change management dan transformasi mindset

Hasil dari kedua tahap tersebut adalah meningkatnya kondisi keuangan perusahaan yang ditopang oleh fondasi yang kuat.

IMG_1865.JPG

TURNAROUND (2008 – 2009)

Tahap ini merupakan tahap yang penting untuk membentuk Garuda baru dengan DNA yang benar-benar baru.

Langkah-langkah teknis yang diambil pada tahap ini adalah sebagai berikut.

1) 2008 – Excellent Product and Service
– Excellent produt and service diambil sebagai tema pada tahun 2008
– Restrukturisasi keuangan (lanjutan dari tahun sebelumnya)
– Meningkatkan pendapatan (lanjutan dari tahun sebelumnya)
– Efisiensi operasional (lanjutan dari tahun sebelumnya)
– Meningkatkan kualitas produk dan layanan. Hal ini ditempuh melalui peningkatan faktor keselamatan penerbangan dengan memperoleh sertifikasi IOSA, peremajaan armada dengan pembelian pesawat baru, dan meningkatkan OTP (ontime performance). Selain itu kualitas pelayanan juga ditingkatkan melalui 28 touch point seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.

IMG_1867-1.JPG

2) 2009 – Garuda Indonesia Experience

Pada bulan Agustus 2009, Garuda meluncurkan sebuah program bernama Garuda Indonesia Experience. Program ini adalah upaya berkelanjutan Garuda dalam meningkatkan kualitas pelayanannya. Konsep ini berawal dari 5 indra yang dimiliki oleh manusia, yaitu sight (penglihatan), sound (pendengaran), taste (perasa), scent (penciuman), dan touch (peraba). Jika kita terbang bersama Garuda, kelima indra kita akan diajak bersentuhan dan merasakan langsung nuansa asli Indonesia.

Misalnya, begitu masuk pesawat mata kita akan langsung melihat seragam batik pramugrari, motif batik tempat duduk penumpang, dan dinding interior kabin yang di desain seperti gedeg (bilik). Di dalam kabin, telinga kita akan segera menangkap alunan musik tradisional Indonesia yang sudah di aransemen. Hidung kita juga akan segera merasakan wewangian aroma terapi yang diracik dari kekayaan rempah-rempah nusantara. Lidah kita juga akan merasakan masakan khas nusantara. Selain itu, sentuhan hangat yang tulus yang diberikan oleh awak kabin membuat penumpang merasakan suasana keramahan Indonesia yang sesungguhnya.

Melalui Garuda Indonesia Experience, Garuda ingin menjadikan penerbangan bersama mereka sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan. Pelayanan tersebut dirasakan oleh penumpang dalam berbagai bentuk layanan khas Indonesia. Pelanggan betul-betul dibuat homy, serasa dirumah sendiri. Inilah yang diharapkan menjadi pengalaman yang berbeda yang tidak bisa ditemukan di maskapai lainnya.

GROWTH (2010)

Pada tahap ini, Garuda sudah pada posisi siap untuk lepas landas. Hal ini ditandai dengan penghargaan Skytrax yang menjadikan Garuda sebagai maskapai bintang 4. Selain itu, pada tahun ini berbagai penghargaan nasional maupun internasional mulai diterima oleh Garuda. Perhargaan tersebut menjadi modal yang sangat berharga bagi Garuda untuk terus menciptakan sustainable growth.

Beberapa langkah yang diambil untuk mencapai sustainable growth tersebut adalah sebagai berikut.
– pembelian pesawat baru
– pembukaan rute-rute baru dan peningkatan frekuensi
– peningkatan sumber daya manusia terutama peningkatan jumkah pilot
– penerapan good corporate governance, yaitu peningkatan transparansi, akuntabilitas, responsibility, integrity, dan fairness

Dari hasil tranformasi selama 5 tahun tersebut, Garuda telah berhasil menjadi perusahaan yang sehat. Hal ini ditandai oleh proses IPO (Initial Public Offering) pada bulan februari 2011. Kelanjutan dari program transfomasi adalah program quantum leap yang akan dilaksanakan pada tahun 2011 – 2015 untuk membawa Garuda bisa terbang lebih tinggi lagi. Alhasil, maskapai ini pada bulan desember ini dianugrahi penghargaan sebagai maskapai bintang 5. Posisi ini mensejajarkan Garuda dengan 6 maskapai bintang 5 lainnya didunia (baca disini).

-end-

Posted in Knowledge | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Meet the Leader: Handry Satriago – Memimpin dari Kursi Roda

Siapa yang belum pernah mendengar GE (General Electric)? Sebuah perusahaan raksasa asal Amerika yang bergerak di bidang machinery, technology infrastructure, cosumer dan industrial (wikipedia). Perusahaan tempat saya bekerja pun tidak luput menggunakan salah satu produk GE, yaitu kompresor berteknologi frame-7 untuk mengolah gas alam menjadi LNG.

Tulisan ini tidak mengulas mengenai GE sebagai sebuah company, tetapi mengenai salah seorang yang sangat berjasa terhadap GE khususnya di Indonesia, yaitu Handry Satriago. Pada acara bertajuk meet the leader yang ketiga kalinya diadakan pada tahun ini, bertempat di financial club – graha CIMB Niaga, tanggal 8 November 2014, Pak Handry men-share pengalamannya di bidang leadership dan managemen. Tema spesific yang disampaikan adalah “followership”.

IMG_1795-0.JPG

Sebelum bertemu secara langsung dengan Pak Handry, kira-kira 5 bulan sebelumnya saya sempat membaca buku beliau yang berjudul #sharing. Sebuah buku yang berisi kumpulan twit beliau di twiter land yang dikumpulkan dalam satu buku. Walaupun penyampaian buku tersebut menurut saya masih kurang terstruktur (karena murni hanya kumpulan twit-twit), namun banyak hal yang bisa dipetik dari buku tersebut, seperti mengenai nilai-nilai kehidupan, perjuangan hidup, managemen, leadership, etc…

IMG_1805-0.PNG

Yang membuat Pak Handry menjadi semakin special di mata saya adalah kesuksesan yang telah beliau raih seperti sekarang ini -menjadi pemimpin tertinggi (CEO) GE Indonesia- diperoleh ditengah segala keterbatasan yang beliau miliki. Tak tanggung-tanggung, beliau adalah CEO termuda sepanjang sejarah GE (41 tahun) dan merupakan orang Indonesia pertama yang menduduki posisi tersebut. Dan semua itu dicapai dengan berkursi roda.

Berawal pada saat masih berusia 17/18 tahun, ketika dokter memvonis beliau mengidap kanker kelenjar getah bening yang mengambil daya kedua kakinya, sehingga kursi roda harus menjadi teman hidupnya. Sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sama sekali. Hati dan pikirannya bergolak ketika dihadapkan pada kenyataan pahit tersebut. Namun pada akhirnya dia hanya dihadapkan pada 2 pilihan, yaitu menghindari dan lari dari kenyataan pahit tersebut atau menerimanya.

Menghindari dan lari dari kenyataan hanya akan membuat dia membenci tuhan, meracuni pikirannya dengan berbagai pertanyaan “mengapa”, mengapa semua itu harus dia hadapi. Menghindari dan lari dari kenyataan hanya akan membuat dia semakin terpuruk pada situasi tersebut karena seluruh energi yang tersisa hanya digunakan untuk meratapi nasib. Namun, dia memilih pada pilihan kedua yaitu menerima kenyataan pahit tersebut dan menerima kursi roda sebagai partner setia di sisa hidupnya. Dengan penerimaan tersebut, akan lebih mudah dalam menata hati, lebih mudah dalam menentukan langkah menghadapi hari esok, lebih mudah dalam membuat serangan balik, dan lebih mudah dalam mengumpulkan kembali puing-puing harapan supaya menjadi satu mimpi yang utuh. Mimpi itulah yang akan terus hidup dan menyala menjadi cahaya yang menerangi setiap gerak langkahnya.

Alhasil, layaknya manusia normal lainnya, Pak Handry mampu menyelesaikan pendidikannya dengan baik. Bahkan pencapaiannya melebihi manusia normal pada umumnya. Pendidikan sarjana, pasca-sarjana, sampai doktoral pun telah berhasil diselesaikannya. Kondisi yang “tough” dan “kejam” tidak menenggelamkan kemampuannya, akan tetapi malah membentuk karakter seorang pejuang yang tangguh.

IMG_1792-0.JPG

Kembali ke topik yang kami diskusikan pada sesi tersebut, yaitu mengenai “followership”. Topik ini sangat relevan dalam kaitannya dengan kondisi saya sekarang ini. Walau bagaimanapun seorang pemimpin yang hebat akan selalu berangkat dari menjadi follower yang baik. Ada beberapa catatan yang bisa disimpulkan dari diskusi singkat selama kurang lebih 1,5jam bersama Pak Handry yang saya elaborasi lebih lanjut sebagai berikut.

1) Follower yang hanya sebatas follow itu membahayakan, membahayakan bagi boss-nya (leader) maupun organisasi. Follower who just follows itu sama halnya dengan “doer”. Sebagai follower kita harus tetap berpikir kritis, mengapa harus melakukan ini, what is the reason behind this, what is the objective, kenapa nggak begini aja, kenapa nggak begitu aja. Terkadang kita juga perlu step back, memikirkan big picture-nya dan jangan terlalu dalam (terkungkung) dengan apa yang kita kerjakan tanpa tahu arah dan tujuannya kemana. Seorang follower yang kritis akan lebih passionate dalam melakukan setiap pekerjaannya.

2) Good on saying “yes”, but not good on saying “no”. Masih berkaitan dengan point diatas, tipikal orang Indonesia selalu merasa tidak enakan, terutama kepada atasan. Oleh karena itu, kita cenderung untuk selalu mengiyakan apa yang diperintahkan kepada kita, agar atasan kita senang. Padahal, berani berkata “tidak” kepada atasan bukan berarti kita membangkang. Namun, tentu saja berkata “tidak” harus disertai alasan dan argumentasi yang jelas dan logis. Dan jangan lupa untuk selalu memberikan solusi, jangan asal berkata tidak. Karena hal inilah katanya alasan mengapa selama ini, CEO GE Indonesia tidak pernah dipegang oleh orang Indonesia asli karena mereka cenderung susah untuk bilang “tidak”, tipikal “doer”.

3) It is important to give feedback. Bahwa atasan atau leader kita hanyalah manusia biasa sama halnya seperti kita. Mereka juga bisa salah dan bisa alpa dalam mebuat keputusan. Inilah yang dimaksud dengan point pertama, kenapa seorang “doer” akan membahayakan. Ini dikarenakan dia akan tetap melakukan perintah atasan walaupun itu kurang tepat. Memberikan feedback, masukan maupun solusi kepada atasan merupakan hal yang sangat penting. Ini bisa membantu atasan, tim, maupun organisasi terbebas dari kesalahan. This is the power of providing feedback mengenai apapun yang kita pandang kurang tepat. Orang yang tidak pernah memberikan feedback sama halnya seperti “doer”.

4) The important of connection between leader and follower (creating no distance between leader and follower). Keberhasilan sebuah organisasi tidak terlepas dari hubungan dan interaksi yang baik antara leader dan follower. Seorang leader yang baik seharusnya tidak pernah menjaga jarak dengan follower nya, keeping the door open at all time. Dengan demikian, follower yang baik bisa lebih maksimal dalam memberikan feedback kepada leader nya. Dengan kondisi seperti ini, diharapkan follower juga bisa memberikan influence kepada leader dengan cara memberikan masukan dalam setiap pengambilan keputusan. The ability of follower to influence other (or his/her leader) is a step to become a leader.

5) Ada 4 jenis employees berdasarkan “value” dan “performance” seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah, yaitu kelompok quit, tyrant, 2nd chance, dan the star. Value yang dimaksud adalah mengenai karakter dan attitude dari seseorang. Sedangkan performance mengenai hasil kerja. “The quit” adalah orang-orang dengan value dan performance yang rendah, biasanya menduduki 10% populasi. Inilah kelompok orang-orang yang pertama kali akan di lay-off jika company mengalami gonjang-ganjing. Sedangkan kelompok kedua adalah “tyrant”, seseorang yang memiliki performance yang tinggi namun secara perilaku/attitude kurang baik. Termasuk dalam kelompok ini adalah orang-orang yang arogan, opportunis, bukan team player, dll. Kelompok yang ketiga adalah “the second chance”, yaitu orang-orang baik dengan attitude yang baik namun memiliki performance yang kurang baik. Orang-orang seperti ini masih akan dipertimbangkan untuk diberikan kesempatan dalam meningkatkan performance-nya. Kelompok “tyrant” dan “second chance” menempati 70% populasi. Sedangkan kelompok yang terakhir yang menempati kira-kira 20% populasi adalah “the star”. Mereka adalah orang-orang yang memiliki keduanya, value dan performance. Orang-orang ini yang akan menjadi asset perusahaan dan berpeluang besar menempati top position di perusahaan. They are the diamond and they will be shiny, people will find them whereever they are.

IMG_1802.JPG

6) Pygmalion effect sebuah teori mengenai self fullfiling propecy. Teori ini menjelaskan bahwa semakin tinggi seseorang diberikan target, maka akan semakin tinggi pula pencapaiannya. Oleh karena itu, penting menjadi catatan bagi setiap leader dalam membuat target untuk follower-nya atau bagi setiap individu dalam membuat target-target pribadi. Target yang tinggi akan men-drive seseorang untuk bekerja lebih keras dan menghasilkan capaian yang mengesankan.

Jadi, sebagai follower janganlah hanya sebagai “doer”. Kita harus senantiasa berpikir kritis terhadap tugas dan pekerjaan yang diberikan kepada kita. Menjadi kritis berarti mengerti apa yang sedang kita lakukan, mengapa perlu melakukan hal tersebut, dan bagaimana melakukannya dengan baik. Menjadi kritis berarti mau dan mampu memberikan feedback kepada atasan kita dan berani mengatakan “tidak” jika memang diperlukan. At the end, a great follower will transform theirselves to become a great leader.

IMG_1797.JPG

IMG_1796.JPG

-end-

Posted in Development | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Ora Beach Eco-Resort – “a hidden paradise”

Nama resort ini belum begitu dikenal oleh masyarakat Indonesia maupun turis mancanegara. Pamornya juga masih kalah dengan destinasi wisata lain di Indonesia seperti Bali, raja ampat, komodo, Lombok, derawan, wakatobi, dll. Namun jangan salah, Ora beach (eco) resort ternyata memiliki keindahan dan keunikan yang layak untuk dikunjungi. Terletak di desa Saleman, Pulau Seram, resort ini bisa dikatakan sebagai “the hidden paradise” (surga yang tersembunyi).

IMG_1756.JPG

Untuk menjangkau resort ini, dari bandara Ambon kami dijemput dengan mobil menuju pelabuhan Humala di desa Tulehu selama kurang lebih 45 – 60 menit perjalanan. Karena flight kami sampai di Ambon pukul 10 pagi maka kami memilih jadwal kapal express sore (yaitu pukul 4) untuk menyeberang dari Ambon ke Pulau Seram (pelabuhan Amahai). Jika bisa sampai di Ambon lebih pagi, maka bisa memilih jadwal pagi yaitu pukul 9 pagi. Tiket kapal cepat ini untuk kelas VIP sebesar 225rb per orang (dan ekonomi sebesar 125ribu). Untuk kelas VIP, kapal express ini cukup bagus dan nyaman dengan fasilitas tempat duduk sofa, AC, dan musik lokal (yang bagi saya cukup mengganggu karena di putar dengan volume yang kencang). Beda tiket antara kelas VIP dan ekonomi sekitar 100rb, namun kelas ekonomi ini cukup crowded dan AC-nya tidak sedingin dike las VIP (berangkat kami mencoba kelas VIP dan pulangnya dengan kelas ekonomi). Jadi, tidak ada salahnya membayar sedikit lebih mahal untuk mendapatkan kenyamanan kelas VIP (jika bukan on budget vacation).

IMG_1752-2.JPG

Sesampainya di pelabhuan Amahai di Pulau Seram sekitar pukul 6 sore, kami sudah ditunggu oleh driver yang menjemput kami untuk melanjutkan perjalanan darat ke desa Saleman. Perjalanan darat ini cukup lama dengan memakan waktu sekitar 2 – 2.5 jam. Ini adalah rute perjalanan paling horror selama perjalanan kami. Kenapa? Pertama, perjalanan dilakukan malam hari dimana di sepanjang jalan kondisinya sangat sepi dan gelap gulita. Di kanan kiri jalan terbentang hutan lebat yang masih sangat alami. Jalanan yang kami susuri sebenarnya secara umum kondisinya cukup baik, meskipun agak sedikit kecil. Namun, tidak jarang di sepanjang jalan dibeberapa titik kondisi jalan agak rusak dan tergenang air serta beberapa bagian jalan ada yang longsor.

Kedua, yang membuat kami agak khawatir adalah sekitar 5 km terakhir dari rute perjalanan ini yaitu setelah kami keluar dari jalur utama menuju ke desa Saleman, jalannya berubah menjadi lebih kecil lagi dengan kondisi jalan tidak beraspal. Hal ini sempat membuat suasana sedikit mencekam ditambah tidak ada obrolan apa-apa di dalam mobil. Kami sempat tidak menyangka bahwa kondisi jalannya seperti ini dan khawatir jika terjadi apa-apa ditengah jalan. Untung saja rombongan kami semuanya cowok dan Alhamdulillah akhirnya perjalanan darat ini berakhir di desa yang dituju, yaitu desa Saleman. Pada perjalanan pulang, kami berangkat pagi hari yaitu sekitar pukul 10 pagi. Ternyata luar biasa indahnya pemandangan di sepanjang jalan dengan view hutan tropis, perbukitan, dan pegunungan ditambah udara segar pegunungan yang masuk ke dalam mobil kami.

IMG_1768-0.JPG

Dari desa Saleman, Ora beach resort masih harus ditempuh dengan menggunakan speed boat selama 10 menit. Akhirnya sampailah perjalanan panjang kami ke tempat yang dituju pada pukul 9.30 malam. Suasana di resort pada saat kami tiba cukup gelap sehingga kami tidak bisa melihat seperti apa keindahannya. Kami disambut oleh petugas yang membawakan barang bawaan kami ke kamar. Kami juga dipersilakan untuk makan malam terlebih dahulu sebelum melakukan check in. Tidak banyak informasi (briefing) yang disampaikan oleh petugas pada saat kedatangan kami tersebut (seperti jam makan, aturan-aturan di resort, penggunaan listrik dan air, info tour, dll).

Kami memesan rumah laut dengan fasilitas 3 kamar tidur + 1 kamar mandi. Kualitas kamar sebenarnya biasa saja (tidak mewah seperti layaknya hotel berbintang). Namun, mengingat lokasi-nya yang sangat remote, fasilitas yang tersedia cukup bisa menyediakan kebutuhan dasar, seperti air untuk mandi (air payau), listrik menyala pada malam hari, semua transaksi harus dengan cash, dan kebersihan kamar juga cukup fair. Ada 2 tipe utama kamar yang ditawarkan di ORA, yaitu kamar yang ada di darat dan kamar yang ada di atas laut. Kami menyarankan untuk memesan kamar/rumah laut, yaitu kamar yang terletak diatas air. Setiap saat, kamu bisa menikmati suara gemercik gelombang air laut. Kamu juga bisa melihat pemandangan terumbu karang dengan air yang jernih langsung dari balik kamar. Banyak gerombolan ikan-ikan kecil yang meloncat-loncat dan menari-nari ke atas permukaan air yang bisa dinikmati dengan duduk-duduk di teras kamar.

IMG_1776-0.JPG

IMG_1780-1.JPG

IMG_1767.JPG

Hari kedua, kami memulai tour (half day tour) dengan sarapan pagi dengan menu sederhana (nasi goring, telur ceplok, roti, oatmeal dan minuman teh + kopi). Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah tebing batu dan gua Atupunita. Kedua tempat ini memiliki spot snorkeling yang OK, mungkin lokasi snorkeling ini merupakan one of my best snorkeling experience dimana terumbu karangnya masih cukup alami dan belum begitu terjamah oleh aktivitas manusia yang berlebihan. Namun, tidak banyak jenis ikan yang bisa ditemui di kedua lokasi snorkeling ini.

IMG_1754.JPG

IMG_1762-0.JPG

IMG_1755-0.JPG

Setelah puas dengan snorkeling, kami melanjutkan perjalanan ke mata air Belanda. Di lokasi ini kami secara kebetulan menemui sekelompok warga desa Saleman yang sedang bergotong royong membuat “Bagan”. Bagan merupakan alat yang digunakan oleh nelayan setempat untuk menangkap ikan teri di tengah laut. Biasanya mereka membawa bagan ke laut pada malam hari disaat air sedang pasang yang ditarik dengan menggunakan long-boat.

IMG_1759.JPG

 

IMG_1770.JPG

Di tempat ini mengalir air tawar yang cukup jernih dan segar yang berasal dari bukit. Disini kami bertemu dengan ibu-ibu yang sedang mencuci baju. Ibu-ibu ini kesini setiap 3 hari sekali hanya sekedar untuk mencuci baju dengan menggunakan perahu ting-ting (perahu kecil) dari desa Saleman yang berjarak berkilo-kilo meter (kira-kira sekitar 10 – 15 menit perjalanan). Hal ini dilakukan demi mendapatkan air tawar karena air di kampung mereka adalah air payau.

IMG_1761.JPG

Tidak lupa kami ditawari penduduk local untuk menikmati kelapa muda yang lansung dipetik dari pohonnya. Kami mencoba menikmati kelapa muda ditengah dahaga dan teriknya sinar matahari. Kelapa muda ini dihargai dengan 10ribu per buah. Sambil menikmati kelapa muda, kami sedikit bercengkerama dengan penduduk local yang sangat ramah.

IMG_1754-0.JPG

IMG_1760.JPG

Akhirnya setelah waktu makan siang tiba, kira-kira sekitar pukul 12.30, kami memutuskan untuk kembali ke resort untuk mengisi perut yang sudah keroncongan (makan siang). Selepas makan siang, kami ke kamar untuk membersihkan badan (mandi) kemudian menikmati waktu siang dengan duduk-duduk di teras kamar dengan bercengkerama, foto-foto, leyeh-leyeh di kursi dan membaca buku yang pada akhirnya mengantarkan kami untuk terlelap dalam tidur siang bersama iringan deruan suara ombak dan angin pantai yang sepoi-sepoi.

IMG_1769-2.JPG

Sore harinya kami berenang dan snorkeling di sekitar kamar kami yang airnya sangat jernih dengan terumbu karang yang tidak kalah bagus dengan spot yang kami kunjungi di pagi hari. Sayangnya, kami memulai snorkeling ini agak kesorean yaitu sekitar pukul 4.30 lewat. Baru beberapa saat, matahari sudah malu-malu dibalik bukit sehingga kurang bagus untuk snorkeling. Oleh karena itu kami bertekad untuk melakukannya lagi keesokan harinya.

IMG_1772-0.JPG

IMG_1766-0.JPG

Di hari ketiga, kami memulai hari dengan sarapan pagi dan dilanjutkan dengan snorkeling (berenang) di sekitar kamar kami yang sayang untuk dilewatkan. Akhirnya, kami bisa melihat dengan baik keindahan bawah air yang terletak di sekitar kamar kami tanpa harus jauh-jauh ke tempat lain. Kami sempat melihat penyu yang sedang berenang menuju ke laut dalam dan ikan-ikan warna-warni. Mengingat pagi itu adalah hari terakhir kami, kami tidak bisa berlama-lama dan harus segera berkemas-kemas untuk bisa kembali ke ambon dengan kapal express pada pukul 2 siang. Tepat jam 10 kami meninggalkan ORA, sebuah tempat eksotis yang jauh dari mana-mana, jauh dari hiruk pikuk kota, jauh dari segala kemewahan, dan jauh dari peradaban manuasia, namum memberikan pengalaman baru yang tak terlupakan.

IMG_1771.JPG

IMG_1778-0.JPG

Secara umum, kami menilai tempat ini layak untuk dikunjungi, terutama bagi teman-teman yang ingin honeymoon atau untuk family vacation. Pantai yang bersih, crystal clear water, terumbu karang yang masih cukup alami, jauh dari peradaban (remote), serasa tinggal diatas laut dengan nuansa deruan suara ombak, maka pantas jika orang menyebut ora resort sebagai the hidden paradise.

Namun, jika kamu datang dari Jakarta, maka tidak cukup worthy hanya datang untuk ORA beach resort. Bagi kami, paket 2 malam (3D2N) adalah waktu yang pas untuk menikmati ORA resort. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika jauh-jauh kemari hanya untuk menikmati ORA resort. Kami menyarankan sebaiknya paket perjalanan ke ORA ini digabungkan dengan tujuan ke tempat lain sehingga akan melengkapi perjalanan teman-teman. Kami sendiri setelah dari ORA ini akan melanjutkan perjalanan ke Raja Ampat dengan flight Ambon – Sorong. Jadi, selamat mencoba!

Terakhir, berikut beberapa informasi penting jika teman-teman ada yang ingin melakukan reservasi di ORA. Resort ini dimiliki dan dikelola sendiri oleh Pak Alvin.
– kontak 081333633338 / 08111909404
– email: orabeachresort@yahoo.com
– Facebook: ora beach resort ambon maluku
Email biasanya dibalas pada malam hari. Untuk response yang lebih cepat bisa melalui sms / i-message ke salah satu nomor tersebut. Untuk melihat foto-foto suasana resort bisa mengunjungi halaman facebook-nya.

Adapun paket-paket yang ditawarkan di ORA resort adalah sebagai berikut (per November 2014).

Untuk harga tanpa paket:
Kamar darat Rp400.000/malam
Kamar gantung Rp500.000/malam
Kamar laut Rp700.000/malam
Makan Rp 250.000/orang/hari (sarapan pagi, makan siang & malam serta teh/kopi/snack sore)

– Dari airport/hotel dan menuju pelabuhan Hurnala di desa Tulehu (mobil Rp 200.000 untuk sekali jalan)
– Dari pelabuhan Hurnala di desa Tulehu (Pulau Ambon) naik kapal cepat ke pelabuhan Amahai di kota Masohi (Pulau Seram) – (2 jam perjalanan) Ekonomi Rp 125.000/orang, VIP Rp 225.000/orang (sekali jalan)
– Dari pelabuhan Amahai naik mobil 2 jam menuju desa Saleman Rp 600.000/mobil, sekali jalan
– Dari Saleman dengan speed boat ke Ora Beach (5 – 10 menit perjalanan) Rp 150.000/speed boat, sekali jalan

Berikut harga paket yang dirawarkan oleh Ora resort (berlaku mulai Juni 2014)

(Harga paket per orang)
HARGA PAKET 2 MALAM
KAMAR DARAT GANTUNG LAUT
1 ORG RP 4.350.000 RP 4.550.000 RP 4.950.000
2 ORG RP 2.650.000 RP 2.750.000 RP 2.950.000
4 ORG RP 2.000.000 RP 2.100.000 RP 2.300.000

HARGA PAKET 3 MALAM
KAMAR DARAT GANTUNG LAUT
1 ORG RP 4.800.000 RP 5.100.000 RP 5.700.000
2 ORG RP 3.100.000 RP 3.250.000 RP 3.550.000
4 ORG RP 2.450.000 RP 2.600.000 RP 2.900.000

HARGA PAKET 4 MALAM
KAMAR DARAT GANTUNG LAUT
1 ORG RP 5.450.000 RP 5.850.000 RP 6.650.000
2 ORG RP 3.550.000 RP 3.750.000 RP 4.150.000
4 ORG RP 2.900.000 RP 3.100.000 RP 3.500.000

Harga paket termasuk:
• Transport (Dari Airpot / kota Ambon, PP)
• Kamar (darat atau laut)
• Makan (sarapan pagi, makan siang dan malam serta teh/kopi/snack)
• Tour/snorkling ke Air Belanda dan tebing batu

* Peralatan snorkeling belum termasuk dalam paket dan bisa disewa di lokasi, alat snorkeling seharga 50rb, fin 25rb, dan pelampung 25rb.

Untuk perjalanan ke Ora Beach Resort secara ringkas sebagai berikut:
– Dari pelabuhan Hurnala di desa Tulehu (Pulau Ambon) naik kapal cepat ke pelabuhan Amahai di kota Masohi (Pulau Seram) – (2 jam perjalanan)
– Dari pelabuhan Amahai naik mobil 2 jam menuju desa Saleman
– Dari Saleman dengan speed boat ke Ora Beach (7 menit perjalanan)

Info jadwal kapal
Pulau Ambon ke pulau Seram:
Senin-Sabtu: jam 9 pagi dan 4 sore
Minggu: jam 11 siang
Kapal kembali ke pulau Ambon
Senin-Sabtu: jam 8 pagi dan jam 2 siang.
Minggu: jam 3 sore.

Info tour:
Tour Tebing batu dan mata air Belanda Rp 500.000/speed boat (max 10 orang)
Tour sungai Salawai Rp800.000/speed boat (max 10 orang)
Tour Sungai Salawai, pulau Raja dan pulau Kelelawar Rp 1.200.000/speed boat (max 10 orang)

Adapun secara ringkas itinerary kami untuk paket 2 malam adalah sebagai berikut (di modifikasi sesuai dengan kondisi actual).

Hari pertama (26 November 2014)
14:30 – Dijemput dari airport/hotel dan menuju pelabuhan Hurnala di desa Tulehu (1 jam)
16:00 – Naik kapal cepat menuju pelabuhan Amahai (pulau Seram)
18:00 – Tiba di Amahai dan melanjutkan perjalanan ke kota Masohi (bisa mampir untuk makan malam, tidak termasuk dalam paket)
19:00 – Perjalanan darat dengan mobil menuju desa Saleman
21:00 – Tiba di desa Saleman dan melanjutkan perjalanan dengan speed boat menuju pantai Ora (10 menit)
21:15 – Cek-in

Hari kedua (27 November 2014)
07:30 – Sarapan
08:00 – Snorkeling ke tebing batu (dan gua atupunita)
10:00 – Tour ke mata air Belanda
12:30 – Kembali ke Ora Beach Resort
12:45 – Makan siang
13:30 – free time (enjoy ORA resort –> bermain di pantai, berenang, snorkeling, dll)
19:00 – Makan malam

Hari ketiga (28 November 2014)
06:30 – Sarapan
07:30 – Berenang & snorkeling
10:30 – Cek out dan mulai perjalanan kembali ke Ambon
13:00 – Tiba di kota Masohi dan dilanjutkan dengan makan siang (tidak termasuk dalam harga paket)
14:00 – Menuju pelabuhan Amahai (naik kapal cepat menuju pelabuhan Tulehu)
16:00 – Tiba di pelabuhan Tulehu dan melanjutkan perjalanan ke hotel/kota Ambon
17:00 – Tiba di hotel/kota Ambon

-end-

Posted in Travelling | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 7 Comments

Wajah transJakarta saat ini

Dua hari yang lalu, saya berkesempatan naik bus TransJakarta koridor Dukuh Atas – Ragunan. Saya naik dari kantor imigrasi Jakarta Selatan selepas mengurus keperluan perpanjangan paspor. Karena melawan arah orang berangkat kantor, tidak sampai 10 orang yang ada di dalam bus yang saya tumpangi, cukup lengang dan lega. Seharusnya saya bisa menikmati perjalanan tersebut dengan nyaman.

IMG_1701-0.JPG

Tapi ternyata tidak! Beberapa bulan yang lalu dalam tulisan saya mengenai transportasi public di Jakarta (buka disini), saya cukup membanggakan adanya sarana bus transJakarta ini. Meskipun belum dapat menjawab kebutuhan masyarakat ibukota, namun bus transJakarta telah menjadi sarana public yang bisa dibanggakan. Jaringan transJakarta sepanjang 172 km ini merupakan jaringan BTS terpanjang di dunia.

Namun sayang-nya, fasilitas public tersebut tidak dirawat dengan baik oleh pemerintah daerah (dalam hal ini adalah operator transJakarta). Beberapa hal yang sempat saya amati selama perjalanan saya sekitar 10 menit tersebut coba saya rangkum dalam beberapa point berikut:

1. Pendigin udara tidak bekerja
Meskipun hanya ada sekitar kurang dari 10 orang di dalam bus, namun udara di dalam bus transJakarta tidak terasa sejuk sama sekali. Rupanya pendingin udara tidak bekerja cukup baik ditambah pintu bus tidak bisa tertutup dengan rapat. Bisa dibayangkan jika saya naik bus tersebut pada saat jam sibuk yang searah dengan orang pulang/pergi kantor. Tentu saja kita semua yang ada di dalam bus tersebut sudah mandi keringat seperti ketika sedang sauna!


2. Pintu bus sudah rusak

Inilah penampakan pintu bus transJakarta tersebut. Terlihat pintu bus sudah karatan, tidak bisa tertutup rapat dan cukup mengkhawatirkan dari aspek keselamatan.

IMG_1699-0.JPG

3. Tempat duduk sudah tidak nyaman

Tidak ketinggalan tempat duduknya, busa yang biasa melapisi tempat duduknya juga sudah hilang entah kemana, seakan melengkapi ketidak nyamanan bus transJakarta.

IMG_1702-0.JPG

4. Electronic voice

Dulu waktu awal-awal transJakarta ini beropesi, penumpang dimanjakan dengan suara “mbak-mbak” (electronic voice) yang memberi tahu setiap kali akan sampai di shuttle berikutnya. Namun kali ini, suara mbak-mbak itu lenyap entah kemana. Tidak ada lagi yang memberi tahu kita sudah sampai di shuttle mana. Mungkin bagi orang yang setiap hari sudah berlangganan dengan bus ini, tidak ada nya suara “mbak-mbak” tersebut tidak menjadi soal. Tapi bagi saya dan mungkin sebagian orang yang lain yang jarang-jarang naik transJakarta adanya suara “mbak-mbak” tersebut sangat membantu. Yang ada bukannya suara “mbak-mbak” yang muncul, tapi suara besi-besi tua bus yang seperti mau “rontok” karena kondisi jalanan yang juga tidak halus-halus amat.

5. Bagian luar bus karatan
Setelah keluar dari bus transJakarta, saya sempat berhenti sebentar di atas jembatan penyeberangan menunggu beberapa bus transJakarta lewat. Kalau diamati ternyata bagian atas bus pun sudah banyak yang karatan, tidak terawat. Wajar saja mengingat kondisi di dalam sendiri sudah banyak yang karatan apalagi kondisi luarnya.

IMG_1704-0.JPG

6. Petugas halte bus
Saya juga sempat memperhatikan petugas bus di halte imigrasi tempat saya naik. Jika dihitung, ada sebanyak 4 orang petugas untuk mengawal halte sekecil itu. Dua orang petugas menjaga loket tiket dan dua orang petugas menjaga pintu masuk, yang bagian menyobek tiket. Hmmm… saya tidak mengerti pertimbangan penempatan orang ini, mengapa harus 4 orang? Menurut saya maksimal 2 orang juga sudah cukup untuk mengurus halte sekecil itu, satu orang di bagian ticketing dan satu orang lagi di bagian pintu masuk. Kelak ketika semua sudah serba elektronik, mungkin cukup satu orang saja penjaganya untuk halte sekecil itu.

Dari perjalanan singkat sekitar 10 menit tersebut, saya bisa menyimpulkan bahwa managemen pengelolaan transJakarta masih jauh dari harapan. Bus yang awalnya cukup nyaman untuk melayani transportasi public Jakarta sekarang sudah mirip seperti metro mini (bahkan sekarang metro mini sudah banyak yang lebih nyaman). Percuma saja Jakarta gembar-gembor mau bangun MRT kalau mengelola transJakarta saja tidak maksimal. Bagaimana nantinya bisa mengelola MRT yang jauh lebih rumit dengan system keamanan yang jauh lebih komplek kalau transJakarta saja terbengkalai seperti ini? Saatnya berbenah!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

“Mengejar UI”

Hari ini (Sabtu, 7 Juni 2014), saya menyempatkan diri untuk hadir dalam acara penutupan program “Mengejar UI”. Program “Mengejar UI” merupakan program sosial berupa bimbingan belajar yang diorganisir oleh Ikatan Alumni UI (ILUNI). Program ini ditujukan kepada seluruh anak-anak SMA terpilih se-DKI Jakarta dan sekitarnya.

Diawal program, pengurus mengirimkan surat udangan kepada sekolah-sekolah se-Jakarta dan sekitarnya untuk mengirimkan 4 perwakilan siswa terbaik-nya yang tertarik untuk mengikuti program ini. Dari seluruh nama siswa yang masuk dan setelah melalui tahapan seleksi, akhirnya terpilihlah 80 siswa dari program IPA maupun IPS.

Peserta Program "Mengejar UI"

Peserta Program “Mengejar UI”

Ke-80 siswa terpilih tersebut berhak untuk mendapatkan bimbingan belajar gratis untuk persiapan Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2014. Program ini berlangsung selama sekitar 4 bulan mulai dari Februari sampai dengan Juni 2014. Proses belajar mengajar-nya diadakan pada hari Sabtu-Minggu dan hari libur yang bertempat di Fakultas Ekonomi (FE), Universitas Indonesia, di Depok.

Suasana Belajar Program "Mengejar UI"

Suasana Belajar Program “Mengejar UI”

 

Lantas siapa pengajarnya? Pengajar dari program ini adalah sukarelawan-sukarelawan yang bersedia meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu dan pengalaman, utamanya adalah alumni UI sendiri. Saya sendiri bergabung dengan program ini secara kebetulan setelah diajak oleh seorang kawan alumni UI. Saya mendapatkan jadwal mengajar Matematika Dasar untuk kelas IPA dan IPS.

Pada awal mulanya, saya membayangkan akan cukup berat untuk bisa bergabung dengan program ini. Pertama, setelah sekitar 8 tahun meninggalkan bangku SMA tentu saja sudah banyak materi yang terlupakan. Mau tidak mau saya harus buka-buka lagi buku jaman SMA dulu untuk me-refresh ingatan saya. Kedua, kecocokan waktu dengan jadwal mengajar. Akan tetapi, pada akhirnya saya memutuskan untuk bergabung sebagai pengajar. Ini adalah bagian dari komitmen saya untuk terus berkontribusi kepada masyarakat dan bermanfaat untuk orang lain dengan apa yang saya bisa.

Progam “Mengejar UI” merupakan bentuk dedikasi dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Saya yakin program ini telah turut andil dalam memberikan akses pendidikan yang lebih baik kepada siswa-siswi terpilih yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Mudah-mudahan program-program sejenis seperti ini bisa diadopsi oleh alumni perguruan tinggi negeri yang lain yang ada di Indonesia. Program yang mudah untuk dijalankan, tapi memiliki manfaat yang besar untuk adik-adik kita, generasi muda penerus bangsa. Karena disini, kami tidak hanya sekedar mengajar, tapi kami juga bertekad untuk memotivasi dan menginspirasi mereka dalam mengejar impian-impiannya.

Pada acara penutupan hari ini tidak lupa saya menyampaikan sebuah pesan, yaitu sebuah value dan prinsip yang selalu saya pegang dalam hidup saya. Bahwa Allah itu Maha Adil, apa yang kita raih hari ini adalah berkat kerja keras dan usaha yang kita lakukan hari kemarin, dan apa yang kita akan raih hari esok adalah berkat kerja keras dan usaha yang kita lakukan hari kemarin dan hari ini. Oleh karena itu, semakin kita berusaha dan bekerja keras, maka akan semakin dekat kita dengan hasil yang terbaik, karena “Allah Maha Adil”. Semoga dengan usaha dan kerja keras-nya, mereka semakin didekatkan dengan impian mereka dan diberikan hasil yang terbaik.

Foto Bersama Pengajar dan Peserta

Foto Bersama Pengajar dan Peserta

 

Posted in Social | Tagged , , , , , , , , | 2 Comments

Ahok: Pemimpin Langka yang Lahir dari Nilai-nilai Keluarga

Tidak seperti hari-hari biasanya, pagi ini (Sabtu, 10 Mei 2014), saya harus bangun pagi-pagi sekali (pukul 3 dini hari). Setelah bersiap-siap, saya bergegas dari Magetan menuju kota Solo untuk mengejar flight pertama pukul 6.05. Setibanya di Jakarta, saya langsung meluncur ke gedung “Mulia Business Park” untuk mengikuti sebuah acara “sharing session”. Acara yang bertajuk “Meet the Leader” dengan tema “Leadership” tersebut menghadirkan sosok yang sudah akrab sekali dengan kita, terutama bagi warga ibukota. Seorang tokoh yang akhir-akhir ini menjadi salah satu media darling. Dia adalah wakil gubernur DKI Jakarta, Bp. Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih popular dipanggil dengan Ahok.

Atas: Suasana sharing session bersama Ahok Bawah: Foto bersama ahok, kualitas foto kurang bagus karena buru-buru :)

Atas: Suasana sharing session bersama Ahok
Bawah: Foto bersama ahok, kualitas foto kurang bagus karena buru-buru 🙂

Pria kelahiran Belitung Timur, 29 Juni 1966 (47 tahun) tersebut merupakan lulusan Geologi Universitas Trisakti dan gelar magister manajemen diperoleh dari Prasetya Mulya. Ahok mulai menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta pada tanggal 15 Oktober 2013. Sebelum terjun ke dunia politik, dan setelah lulus kuliah, Ahok menjalankan bisnis keluarga di Belitung Timur. Sampai akhirnya dia memulai karir politik dengan menjadi pengurus cabang Partai Indonesia Baru (PIB), menjadi anggota DPRD kab Belitung Timur period 2004-2009, kemudian terpilih mejadi Bupati Belitung Timur periode 2005-2010. Sempat gagal dalam pemilihan gubernur Bangka-Belitung periode 2007-2012, Ahok akhirnya terpilih menjadi anggota komisi II DPR periode 2009-2014 dan akhirnya menjadi wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.

Lantas bagaimana ceritanya sampai dia bisa terjun ke dunia politik? “Ini semua kecelakaan politik” begitulah penuturan Ahok yang dari awal tidak pernah memiliki cita-cita untuk terjun ke dunia politik. Pada sharing session ini, Ahok banyak bercerita mengenai “nilai-nilai” yang ditanamkan oleh sang ayahanda. “Nilai-nilai” itulah yang pada akhirnya telah membentuk karakter Ahok, gaya kepemimpinannya, dan yang akhirnya membuat dia terjun ke dunia politik seperti sekarang ini.

Berlatar belakang keluarga mampu yang tinggal di lingkungan PT Timah di Belitung (masih ingat kan dengan kisah Laskar Pelangi? Seperti apa kehidupan masyarakat disana, ketimpangan sosial yang terjadi antara pegawai/pejabat PT Timah dengan masyarakat biasa, dll) ditambah dengan latar belakang keluarga yang seorang wirausahaan, tidak membuat keluarga Ahok hidup dengan penuh kemewahan dan menjaga jarak dengan masyarakat biasa. Ahok malah disekolahkan di sekolah rakyat biasa, bukannya di sekolah milik PT Timah dengan berbagai fasilitasnya itu.

Keluarga Ahok pun juga gemar melakukan kegiatan sosial, kerap membantu orang-orang kampung yang membutuhkan bantuan. Contoh bantuan yang diberikan misalnya dalam bentuk biaya pengobatan orang yang sakit, biaya pendidikan, dll.

Rakyat itu takutnya sama para pengusaha yang memberi mereka pekerjaan, pengusaha itu takutnya sama pejabat yang bisa memuluskan mereka dalam menjalankan usahanya. Jangan takut dengan pejabat yang bisa disogok, tapi takutlah sama mereka yang jujur dan tidak bisa disogok. Dengan hanya menjadi pengusaha seperti saat ini, kita hanya bisa membantu segelintir orang yang sedang berkesusahan sesuai dengan kemampuan keuangan kita, tapi dengan menjadi pejabat kamu bisa membuat kebijakan yang bisa membantu seluruh warga yang membutuhkan. Oleh karena itu, menjadi seorang pejabat itu merupakan pekerjaan yang mulia. Dengan menjadi pejabat, kamu memiliki power/kekuasaan untuk membuat kebijakan yang pro-rakyat dan mengendalikan para pengusaha nakal”. Demikian kenang Ahok akan beberapa nilai yang disampaikan oleh sang ayah.

Ahok pun selalu memegang teguh prinsip-prinsip kejujuran dan kebenaran dalam berpolitik. Dia sosok pemimpin yang idealis, yang selalu memegang teguh prinsip-prinsip itu tanpa pandang bulu dan tanpa kompromi. Semua yang dia lakukan semata-mata untuk kepentingan rakyat. Dalam berkampanye pun, dia sangat anti akan politik uang. Sepeser pun dia tidak mau membagi-bagikan uang untuk para calon pemilih supaya mereka mau memilih dia. Praktek-praktek yang sekarang ini sedang marak terjadi bukan? Yang membuat ongkos politik begitu mahal untuk menjadi wakil rakyat/pejabat publik. Masyarakat kita memang cukup permissive dengan “bagi-bagi uang”pada saat pemilu yang pada akhirnya menjadi cikal bakal maraknya penjabat korup untuk mengembalikan uang yang telah mereka keluarkan sewaktu kampanye supaya balik modal. Ahok ternyata tidak seperti itu. Dia lebih memilih untuk meng-educate masyarakat dengan berbagai “marketing strategy” selama berkampanye.

Dari situlah, pada tahun 2007, Ahok mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Anti Korupsi dari tiga pilar kemitraan yang terdiri dari Masyarakat Transparansi Indonesia, KADIN, serta Kementrian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara.

Setelah menghadiri acara ini, saya pun bisa secara langsung melihat sosok Ahok yang bersahaja. Ahok hadir dalam acara ini dengan berbusana kemeja lengan panjang kotak-kotak berwarna biru, celana bahan warna hitam, dan model sepatu boot warna kecoklatan. Busana yang dia gunakan pun terlihat “lusuh” dan tidak ada mewah-mewahnya sama sekali alias “biasa”saja. Rambutnya juga tidak klimis. Mungkin inilah sosok pemimpin sejati, pemimpin yang rendah hati, bersahaja dan hanya mau makan uang yang benar-benar halal untuk dimakan. Sosok pemimpin yang sudah sangat langka di republik ini.

Tidak lupa, Ahok juga membagikan kartu nama supaya masyarakat bisa berkomunikasi dengan dia, supaya masyarakat bisa menyalurkan aspirasi dan memberikan masukan. Inilah sosok pemimpin yang tidak ingin jauh dari rakyatnya dan mau mendengar keluhan rakyat. Silakan jika ada yang ingin menyampaikan saran, kritik dan keluh kesah kepada Ahok.

Kartu Nama Ahok

Kartu Nama Ahok

Melihat sepak terjang Ahok, sedikit banyak telah mengubah mindset saya bahwa masih ada pejabat yang baik di negeri ini. Pejabat yang harus kita berikan kesempatan untuk memimpin. Pejabat “baik” yang bisa memberikan harapan dan optimisme untuk mengubah kondisi bangsa ini. Pejabat yang dilahirkan dari hasil penanaman “nilai-nilai” keluarga. Mudah-mudahan pemimpin yang seperti itu senantiasa diberikan kesehatan dan keteguhan hati dalam menjalankan amanah dari rakyat.

Ujian seseorang yang sebenarnya adalah ketika dia memiliki kekuasaan, namun dia tetap teguh memegang prinsipnya” ~Ahok

Posted in Public | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment